Wednesday, October 14

Tips Menyimpan Kembang Kol Agar Tetap Segar dan Tahan Lama


Ilustrasi(Magnific)

DI balik kepopuleran brokokoli, kembang kol kerap terabaikan di rak sayuran. Padahal, bahan pangan satu ini sangat fleksibel untuk diolah, mulai dari dipanggang hingga renyah, dijadikan campuran casserole, hingga diolah menjadi pengganti nasi (cauliflower rice).

Dari segi nutrisi, kembang kol mengandung jajaran vitamin penting yang serupa dengan brokoli, seperti vitamin C, K, dan B6. Satu cangkir kembang kol juga menyuplai masing-masing beberapa gram serat dan protein. Bagi yang sedang membatasi asupan karbohidrat dan kalori, kembang kol memiliki kandungan yang lebih rendah dibandingkan brokoli.

Selain nilai gizinya, salah satu keunggulan kembang kol yang kerap tak disadari adalah daya tahannya. Berbeda dengan sayuran yang mudah layu seperti asparagus dan buncis, kembang kol dapat bertahan cukup lama di dalam lemari es jika disimpan dengan benar. Seorang koki profesional dan seorang petani membagikan tips terbaik mereka untuk menjaga kesegaran kembang kol semaksimal mungkin.

Musuh Utama Kembang Kol: Kelembapan Berlebih

“Kelembapan berlebih adalah pemicu utamanya,” ujar Dennis Littley, seorang koki terlatih sekaligus pemilik situs Ask Chef Dennis. “Kelembapan dapat memicu perubahan warna, munculnya bagian yang lembek, dan pembusukan yang lebih cepat.”

Littley menyarankan untuk menjaga kembang kol tetap dingin, kering, dan disimpan di dalam kulkas, idealnya pada laci penyimpanan khusus sayuran (crisper drawer).

Saran senada disampaikan oleh Lee Jones, petani sekaligus pemilik The Chef’s Garden, sebuah pertanian sayuran regeneratif di Ohio. “Kembang kol perlu ‘bernapas’,” kata Jones.

Kedua pakar ini sepakat bahwa jika kembang kol dibeli dalam kemasan plastik yang terbungkus rapat, plastik tersebut harus segera dilepas. Littley menyarankan untuk setidaknya melonggarkan balutan plastik agar uap air tidak terperangkap di permukaan sayur. Sementara itu, Jones lebih memilih membuang kemasan plastik sepenuhnya dan memindahkan kembang kol ke dalam kantong kain berpori (cotton mesh produce bag).

Tips Memilih dan Menyimpan Kembang Kol

Saat membeli di pasar atau supermarket, Jones membagikan panduannya untuk memilih kualitas terbaik. “Cari bonggol yang padat, tanpa noda, dan terasa berat untuk ukurannya. Bonggol yang tampak mulai terpisah biasanya kurang segar, begitu pula bonggol dengan daun yang berwarna cokelat atau layu,” ungkap Jones. “Bonggol berukuran sedang hingga besar dapat dibungkus dalam kantong berpori dan disimpan di kulkas hingga 1 minggu.”

Khusus untuk kembang kol yang sudah dicincang menjadi “nasi” (cauliflower rice), penanganannya membutuhkan perhatian ekstra.

“Nasi kembang kol memiliki area permukaan yang jauh lebih terbuka dibandingkan bentuk bonggol utuh, sehingga lebih cepat membusuk,” jelas Littley. “Saya suka membekukannya dalam porsi sekali makan agar bisa mengambil seperlunya saja. Saya biasanya langsung memasaknya dari kondisi beku tanpa mencairkannya terlebih dahulu, yang membantu mencegah teksturnya menjadi berair.” (Eating Well/Z-2)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *