Wednesday, September 23

Tren Teh Hojicha Mulai Geser Dominasi Matcha di Kafe-kafe London


Ilustrasi(Magnific)

DI tengah kepopuleran matcha yang berwarna hijau cerah, sebuah tren baru mulai menyelinap masuk ke dalam daftar menu kafe-kafe di London, hojicha. Teh hijau asal Jepang yang melalui proses pemanggangan suhu tinggi ini menawarkan aroma khas dan rasa kacang (nutty) yang unik, memberikan alternatif bagi mereka yang mulai jenuh dengan rasa pahit teh hijau biasa.

Hojicha sebenarnya bukan barang baru. Di restoran Koya milik koki Shuko Oda, teh ini telah lama disajikan dalam bentuk tradisional. “Secara tradisional, kami tidak mencampurkan susu atau gula ke dalam hojicha,” ujar Oda. Ia menjelaskan aslinya hojicha adalah teh berwarna cokelat bening yang cocok dinikmati kapan saja. Namun, kini ia melihat pergeseran tren di mana hojicha hadir dalam bentuk latte susu, hidangan penutup, hingga es krim.

Data menunjukkan lonjakan minat yang signifikan. Di jaringan kafe Jenki, penjualan iced hojicha latte naik 55% pada awal tahun 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Rashique Siddique, direktur How Matcha, bahkan menyebut hojicha kini sudah terjual satu hingga dua cangkir untuk setiap lima cangkir matcha yang dipesan.

“Hojicha terasa seperti posisi matcha dua atau tiga tahun lalu,” kata Siddique. “Minuman ini bergerak dari segmen khusus (niche) ke arus utama dengan sangat cepat.”

Antara Rasa dan Estetika

Meski rasanya mulai digemari, hojicha memiliki tantangan visual. Warnanya yang kecokelatan seringkali dianggap “kurang menarik” atau kurang Instagrammable dibandingkan hijau neon khas matcha. Namun, bagi pelanggan seperti Ana Costa, 21, penampilan bukanlah segalanya. Meski mengakui hojicha latte-nya kurang estetik, ia sangat menikmati profil rasanya yang lebih lembut.

Di sisi lain, popularitas matcha sendiri mulai menuai kritik. Ana merasa banyak kafe di Inggris telah “merusak” matcha dengan terlalu banyak sirup dan perasa tambahan demi mengejar tren. “Minuman tersebut menjadi kurang mementingkan kualitas dan rasa matcha, lebih menonjolkan kombinasi rasa yang unik. Seringkali Anda tidak benar-benar bisa merasakan rasa asli matcha-nya,” tuturnya.

Masa Depan Tren Teh

Selain hojicha, beberapa minuman lain mulai mengantre untuk menjadi tren besar berikutnya. Chai, terutama karak chai yang kaya rempah, mencatatkan pertumbuhan penjualan tahunan hingga 38%. Ada pula yerba mate dari Amerika Selatan yang diprediksi akan populer karena kandungan kafeinnya yang tinggi.

Peningkatan minat pada berbagai jenis teh ini juga didorong oleh gerakan sober-curious atau gaya hidup tanpa alkohol. Banyak anak muda kini memilih bersosialisasi di kafe teh sebagai alternatif bar atau pub.

Mike Turner, pendiri toko teh spesialis Bird & Blend, melihat fenomena ini sebagai tanda kemajuan industri teh. Meski belum tentu ada yang meledak sehebat matcha, inovasi rasa terus bermunculan. “Ini adalah waktu yang menyenangkan bagi dunia teh,” pungkasnya. (BBc/Z-2)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *