Friday, September 25

Trump Tolak Syarat Iran, Ketegangan Timur Tengah Kembali Memanas


Presiden AS Donald Trump.(X)

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump secara tegas menolak persyaratan yang diajukan Iran untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah.

Langkah tersebut memicu kekhawatiran akan kembali pecahnya konflik terbuka setelah upaya diplomasi berlangsung dalam beberapa pekan terakhir.

Melalui platform Truth Social, Trump menyebut proposal balasan dari Teheran sebagai sesuatu yang tidak dapat diterima.

“Saya baru saja membaca tanggapan dari pihak yang disebut ‘Perwakilan’ Iran. Saya tidak menyukainya, SANGAT TIDAK BISA DITERIMA!” tegas Trump dikutip dari AFP.

Meski menolak, Trump tidak merinci poin keberatan terhadap proposal tersebut. Sikap kerasnya sejalan dengan posisi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Netanyahu menegaskan perang belum akan berakhir sebelum uranium yang diperkaya milik Iran disingkirkan dan fasilitas nuklirnya dibongkar.

“Ini belum berakhir, karena masih ada material nuklir yang harus dikeluarkan dari Iran,” ujar Netanyahu kepada CBS.

Iran Tetap Bertahan di Jalur Diplomasi

Di sisi lain, Iran tetap menunjukkan sikap tegas namun membuka ruang dialog.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa pembicaraan bukan berarti menyerah.

“Kami tidak akan pernah tunduk kepada musuh,” tulisnya di media sosial.

Proposal Iran yang disampaikan melalui mediator Pakistan disebut mencakup penghentian konflik di berbagai wilayah serta jaminan keamanan pelayaran.

Menurut laporan Wall Street Journal, Iran juga sempat mengusulkan skema pengenceran uranium dengan syarat tertentu terkait pengembalian material jika kesepakatan gagal.

Harga Minyak dan Ketegangan Selat Hormuz

Ketidakpastian geopolitik langsung berdampak pada pasar energi global. Harga minyak Brent naik 2,69% menjadi 104,01 dolar AS per barel.

Situasi semakin tegang setelah Iran menolak rencana koalisi internasional Inggris dan Prancis di Selat Hormuz.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menegaskan bahwa pengamanan Selat Hormuz adalah kewenangan Iran.

“Hanya Republik Islam Iran yang dapat menciptakan keamanan di selat ini,” ujarnya.

Ketegangan Militer di Lapangan

Di kawasan Teluk, sejumlah negara melaporkan aktivitas drone yang meningkatkan eskalasi keamanan.

Sebuah kapal kargo menuju Qatar juga dilaporkan terkena serangan.

Juru bicara parlemen Iran Ebrahim Rezaei memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap kapal Iran akan dibalas dengan kekuatan penuh.

“Kesabaran kami telah habis mulai hari ini,” tegasnya. (Ndf/P-3)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *