Tuesday, September 22

Viral Lagu My Little Bolu Ketan, Ini Penjelasan Psikiater tentang Fenomena Earworm


Potongan lirik lagu viral My Little Bolu Ketan.(Dok. Youtube Delirik)

MEDIA sosial saat ini tengah diramaikan oleh fenomena lagu viral bertajuk My Little Bolu Ketan. Potongan lagu yang tersebar masif di platform Instagram hingga TikTok ini dinilai publik sangat menghibur dan mudah dihafal, sehingga terus terngiang di ingatan banyak orang.

Lagu yang turut menyebut nama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia tersebut tidak hanya populer di kalangan dewasa, tetapi juga kerap dinyanyikan oleh anak muda hingga anak-anak. Namun, apa dampak psikologis di balik lagu yang terus berputar di kepala ini?

Psikiater RS Marzoeki Mahdi Bogor, dr. Lahargo Kembaren, menjelaskan bahwa kondisi lagu yang muncul berulang di pikiran tanpa disengaja dikenal dengan istilah earworm atau Involuntary Musical Imagery (IMI).

Menurutnya, earworm adalah fenomena psikologis yang normal. Lagu-lagu viral cenderung mudah menempel di memori karena memiliki karakteristik sederhana, repetitif, emosional, dan didukung oleh paparan terus-menerus di lingkungan digital.

“Lagu viral itu seperti tamu yang awalnya cuma mampir, tapi karena sering dibukakan pintu oleh algoritma, akhirnya betah tinggal di kepala,” ujar dr. Lahargo dalam keterangannya, Minggu (31/5).

Dampak Psikologis Jangka Pendek

Terkait pengaruhnya terhadap kesehatan mental, dr. Lahargo membagi dampaknya menjadi dua kategori. Dalam jangka pendek, fenomena ini umumnya tidak berbahaya bagi masyarakat luas.

“Jangka pendek umumnya tidak berbahaya. Bahkan pada sebagian orang dapat meningkatkan suasana hati, menimbulkan rasa senang, menjadi hiburan ringan, dan memunculkan rasa kebersamaan karena mengikuti tren yang sama,” jelasnya.

Meski demikian, ia memberikan catatan bagi individu tertentu. Bagi mereka yang sedang mengalami stres, kecemasan, atau kesulitan berkonsentrasi, earworm bisa menjadi gangguan yang menjengkelkan karena dapat mengurangi produktivitas dan mengganggu pola tidur.

Hingga saat ini, dr. Lahargo menegaskan belum ada bukti kuat bahwa lagu viral dapat menyebabkan kerusakan mental jangka panjang pada individu yang sehat. Namun, ia menyoroti risiko yang lebih besar dari sekadar lagu yang terngiang, yakni pola konsumsi media sosial.

“Yang lebih perlu diperhatikan adalah pola konsumsi media sosial yang berlebihan, karena dapat meningkatkan distraksi, menurunkan rentang perhatian (attention span), dan membuat otak terbiasa mencari stimulasi cepat,” ungkap Pengurus Pusat Bidang Pengabdian Masyarakat PP-PDSKJI tersebut

Tips Mengatasi Earworm yang Mengganggu:

  • Mendengarkan lagu tersebut secara utuh hingga selesai untuk memberikan rasa ‘tuntas’ pada otak.
  • Melakukan aktivitas yang membutuhkan konsentrasi tinggi seperti membaca atau mengisi teka-teki silang.
  • Membatasi durasi scrolling di media sosial untuk mengurangi paparan algoritma yang repetitif.

Dengan pemahaman yang tepat, fenomena viral seperti lagu My Little Bolu Ketan dapat dinikmati sebagai hiburan tanpa harus mengganggu keseimbangan psikologis dan produktivitas harian. (H-3)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *