Thursday, October 1

Wajah Baru Museum Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya Resmi Dibuka untuk Umum


Presiden Prabowo Subianto di Museum Kesaktian Pancasila di kawasan Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta, Kamis (1/10).(Muchlis Jr / Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

MUSEUM Kesaktian Pancasila di kawasan Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta, kini tampil dengan pembaruan pada materi sejarah hingga penyajian koleksi. Renovasi museum tersebut diresmikan Presiden Prabowo Subianto bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Kamis (1/10).

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan pembenahan museum mencakup sejumlah aspek, mulai dari narasi sejarah, alur cerita, hingga tata letak koleksi. Penyajian baru juga memanfaatkan teknologi digital dan konsep imersif.

“Hari ini juga kita meresmikan Museum Kesaktian Pancasila. Ini museum yang merupakan museum sejarah,” ujarnya pewarta setelah mengikuti Upacara Hari Kesaktian Pancasila.

Menurut Fadli, pembaruan dilakukan untuk memperkuat peran museum sebagai tempat masyarakat mempelajari sejarah. Materi yang ditampilkan kini disusun dengan alur yang lebih utuh, sementara sejumlah bagian museum mendapat tambahan teknologi digital.

“Ini direnovasi, termasuk narasinya, kemudian storyline-nya, display-nya, kemudian ada sentuhan digital di dalamnya juga, di dioramanya ada digitalnya dan ada immersive juga,” jelasnya.

Salah satu pembenahan yang dilakukan adalah penyusunan kembali rangkaian waktu dan konteks sejarah yang ditampilkan kepada pengunjung. Dalam proses tersebut, pemerintah melibatkan para sejarawan untuk melengkapi materi yang sebelumnya dinilai belum sepenuhnya menggambarkan urutan peristiwa.

Fadli mengatakan pembaruan juga membuat museum memiliki lebih banyak elemen digital sekaligus narasi sejarah yang lebih lengkap.

“Sebenarnya ada lebih banyak sentuhan-sentuhan digital dan juga narasinya yang lebih lengkap. Pada waktu itu memang belum lengkap, terutama secara sekuens, lini masanya itu belum terlalu lengkap, dan ini dilengkapi juga oleh para sejarawan,” ungkapnya.

Tidak hanya ruang pamer dan diorama, bagian ruang relik turut mendapat perhatian. Ruangan tersebut menyimpan berbagai benda yang berkaitan dengan para Pahlawan Revolusi, termasuk pakaian, jam tangan, dan sejumlah memorabilia lainnya.

Keberadaan benda-benda tersebut diharapkan dapat membantu pengunjung melihat dan memahami sejarah melalui peninggalan yang memiliki kaitan dengan peristiwa masa lalu.

Renovasi museum mulai dikerjakan setelah peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada tahun sebelumnya. Setelah proses pembaruan rampung, museum kini kembali menerima kunjungan masyarakat.

“Ya, sudah terbuka untuk umum,” kata Fadli.

Fadli menambahkan, Presiden Prabowo juga memberikan perhatian terhadap keberadaan museum sejarah. Menurut dia, museum perlu terus dirawat, dilindungi, dan diperbarui agar fungsinya tidak berhenti sebagai tempat menyimpan benda bersejarah.

“Presiden tentu melihat museum-museum, termasuk museum-museum sejarah ini harus kita rawat, kita lindungi, kita revitalisasi, dan ini sedang berlangsung dan sedang berjalan juga, termasuk di daerah-daerah, agar museum bisa juga menjadi pusat edukasi, belajar, dan juga menjadi tempat untuk memori kolektif bangsa,” tutur Fadli.

Dengan pembaruan tersebut, Museum Kesaktian Pancasila diharapkan dapat menjadi ruang pembelajaran yang lebih relevan, khususnya bagi generasi muda. Fadli mengajak siswa, mahasiswa, maupun masyarakat luas datang langsung untuk mengenal bagian dari perjalanan sejarah Indonesia.

“Jadi ini kita harapkan nanti masyarakat, terutama para siswa, mahasiswa, atau umum, publik bisa berkunjung ke sini sebagai bagian yang penting dari sejarah panjang kita,” pungkasnya. (P-4)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *