
SERANGAN nyamuk mengganggu ketenangan warga yang tinggal di sekitar bantaran Waduk Saguling, tepatnya di Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat.
Ledakan populasi nyamuk terjadi dalam beberapa bulan terakhir, diduga akibat menumpuknya tanaman eceng gondok yang menutupi sebagian perairan Waduk Saguling.
Kepala Desa Rancapanggung, Asep Sukma Jaya mengungkapkan, awalnya serangan nyamuk hanya terjadi di area dekat waduk, namun kini mulai merambah ke permukiman warga. Hingga saat ini, serangan nyamuk menyebar hingga ke empat kampung.
“Nyamuk datang bergerombol dan sekarang sudah sampai ke daratan. Dipicu eceng gondok yang menjadi tempat berkembang biak, karena cukup banyak di wilayah waduk,” katanya, Senin (11/5).
Ia mengatakan, dampak yang dialami warga beragam, mulai dari gatal-gatal hingga luka pada kulit akibat bekas gigitan yang digaruk. Sebagian warga juga mengalami bercak merah hingga bekas kehitaman di kulit.
“Kalau digaruk biasanya jadi koreng. Tapi sejauh ini belum ada laporan sampai menimbulkan penyakit serius,” bebernya.
Asep menyebut, wilayah yang terdampak di antaranya RW 5, RW 8, RW 9, dan RW 10. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Puskesmas Mukapayung untuk melakukan penanganan terhadap warga yang terdampak serangan nyamuk tersebut.
“Selain itu, upaya antisipasi dilakukan melalui pengasapan atau fogging di sejumlah wilayah permukiman,” tuturnya.
Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) telah melakukan pengecekan ke lokasi sumber perkembangbiakan nyamuk. Hasilnya, keberadaan eceng gondok menjadi salah satu faktor yang mendukung berkembangbiaknya nyamuk.
Plt Kepala Dinkes Bandung Barat, Lia Nurliana Sukandar menyebutkan, beberapa warga dilaporkan mengalami gatal hingga bentol akibat gigitan nyamuk. Petugas Puskesmas telah melakukan pengecekan dan penanganan secara berkala terhadap kesehatan warga setempat.
“Beberapa warga dilaporkan mengalami gangguan kesehatan berupa bentol-bentol akibat gigitan serangga atau nyamuk, penanganan awal telah dilakukan oleh petugas kesehatan dari Puskesmas Mukapayung,” ungkapnya.
Walaupun pengasapan atau fogging telah dilakukan sebagai langkah pengendalian populasi nyamuk di Desa Rancapanggung, lanjut dia, langkah tersebut dinilai belum cukup efektif untuk menekan keberadaan nyamuk.
“Populasi nyamuk masih cukup tinggi sehingga diperlukan penanganan yang lebih menyeluruh dan berkelanjutan,” kata Lia.
Menurut Lia, upaya pengendalian populasi nyamuk harus ditingkatkan khususnya berkolaborasi dengan pihak yang memiliki otoritas sebagai pengelola Waduk Saguling yakni Indonesia Power.
“Diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk dilakukan pengangkatan eceng gondok dan penataan lingkungan secara bersama-sama agar pengendalian populasinya dapat lebih optimal,” jelasnya. (H-2)
