Sunday, September 20

Waspada Dehidrasi Risiko Gangguan Jantung, Ginjal, hingga Heat Stroke


Ilustrasi, mengonsumsi cukup cairan untuk mencegah dehidrasi.(Dok. Magnific)

DOKTER spesialis gizi klinik, Putri Sakti, mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kondisi dehidrasi. Mengingat sekitar 60 persen tubuh manusia terdiri atas air, kekurangan cairan dapat memicu berbagai risiko kesehatan serius, termasuk gangguan pada beban kerja jantung.

“Darah mengental sehingga beban kerja jantung meningkat untuk memompa darah ke seluruh organ. Hal ini bisa memicu penurunan tekanan darah dan gejala pusing,” ujar dr. Putri di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Risiko Ginjal dan Bahaya Heat Stroke

Selain jantung, kekurangan cairan juga berdampak buruk pada fungsi ginjal. dr. Putri menjelaskan bahwa saat dehidrasi, kemampuan ginjal dalam menyaring racun akan menurun. Kondisi ini meningkatkan risiko infeksi saluran kemih hingga pembentukan batu ginjal.

Lebih jauh, dehidrasi berat berisiko menyebabkan heat exhaustion dan heat stroke. “Kondisi ini dapat menyebabkan kegagalan organ dan meningkatkan risiko gangguan keselamatan jiwa,” tegas lulusan Universitas Indonesia tersebut.

Mengenali Sinyal Darurat Tubuh

Menurut dr. Putri, rasa haus sebenarnya adalah “sinyal darurat” yang menandakan tubuh sudah mengalami dehidrasi. Namun, ada sejumlah tanda awal lain yang sering kali tidak disadari, di antaranya:

  • Perubahan Urine: Warna urine menjadi lebih gelap dan pekat, serta frekuensi buang air kecil berkurang (kurang dari 4–5 kali sehari).
  • Gangguan Kognitif dan Fisik: Sakit kepala ringan, tubuh cepat lelah, mengantuk, sulit fokus (brain fog), hingga mudah tersinggung.
  • Kekeringan Mukosa: Mulut, bibir, dan mata terasa kering karena produksi air liur serta air mata berkurang drastis.
  • Keinginan Makan Manis: Munculnya keinginan mendadak mengonsumsi gula karena organ hati kesulitan memecah cadangan glikogen menjadi glukosa, sehingga tubuh mengirim sinyal lapar “palsu”.

Langkah Mencegah Dehidrasi

Untuk mencegah dampak buruk tersebut, dr. Putri menyarankan beberapa langkah praktis bagi masyarakat:

  1. Minum Sebelum Haus: Jangan menunggu haus untuk mengonsumsi air.
  2. Target Cairan: Siapkan target minimal 2 hingga 2,5 liter air per hari. Tambahkan porsi jika melakukan aktivitas berat di bawah terik matahari.
  3. Konsumsi Makanan Tinggi Air: Mengonsumsi buah dan sayur seperti semangka, melon, jeruk, timun, dan selada, atau mengonsumsi sup berkuah bening untuk asupan cairan dan mineral alami.

(Ant/H-3)

 



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *