
Katadata akan meluncurkan Katadata ESG 50 Index atau daftar 50 emiten yang sehat secara finansial sekaligus berkelanjutan.
“Jadi 50 emiten ini akan menjadi acuan untuk orang bisa berinvestasi,” kata Co-founder sekaligus CEO Katadata Metta Dharmasaputra.
Co-founder dan Chief Content Officer Katadata, Heri Susanto menjelaskan arah dan metodologi KESGI 50. Heri mengatakan investor kerap dihadapkan pada dilema ketika memilih antara emiten dengan kinerja ESG unggul namun profitabilitas dan likuiditas saham belum optimal, atau sebaliknya, emiten dengan fundamental kuat namun kinerja ESG belum optimal. KESGI 50 dirancang untuk menjawab dilema dengan menyandingkan kualitas pengelolaan ESG dan kualitas fundamental emiten dalam satu indeks.
“Selain informasi performa ESG, investor juga butuh informasi emiten ESG mana yang juga memiliki fundamental sehat dan bankable. KESGI 50 hadir untuk menjembatani dua kebutuhan itu sekaligus,” kata Heri.
Heri memaparkan, KESGI 50 dibangun di atas tiga lensa fundamental, yakni performa ESG yang mengacu pada metodologi Katadata ESG Insight (KESGI), kualitas fundamental emiten, dan kelayakan pasar seperti likuiditas dan free float. Sebagai lensa keempat, indeks ini menyertakan market valuation untuk membedakan emiten berkualitas tinggi yang valuasinya menarik dari emiten berkualitas tinggi.
Heri memposisikan KESGI 50 sebagai pelengkap indeks-indeks ESG yang sudah lebih dulu ada di BEI, seperti IDX ESG Leaders dan ESG Quality 45 IDX KEHATI. Berbeda dari indeks-indeks pendahulunya, KESGI 50 diarahkan untuk membaca kinerja ESG berbasis data lokal Indonesia sekaligus mengaitkannya dengan konteks pasar guna mendukung keputusan alokasi investasi. (**)
