
Hasil Musyawarah Nasional (Munas) IV Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) memutuskan Kuseryansyah sebagai Ketua Umum AFPI periode 2026-2029. Dengan berakhirnya Munas, menandakan dimulainya periode kepengurusan baru, sekaligus menjadi momentum bagi AFPI untuk melanjutkan fondasi organisasi yang telah dibangun dalam periode sebelumnya.
Kuseryansyah mengatakan, periode kepemimpinan baru akan melanjutkan berbagai hal positif yang telah dibangun sebelumnya. Kemudian, membuka ruang untuk penyempurnaan, dan perubahan.
Kuseryansyah menambahkan, penguatan tata kelola, advokasi kebijakan, data dan informasi, serta kolaborasi dengan regulator dan seluruh pemangku kepentingan menjadi agenda kepengurusan baru.
“Kami ingin memastikan AFPI terus menjadi rumah bersama bagi industri pinjaman daring. Karena itu, penguatan tata kelola, advokasi yang konstruktif, pengelolaan data dan informasi, serta kolaborasi dengan regulator dan ekosistem akan terus kami dorong,” kata Kuseryansyah dalam keterangan resminya pada Jumat (2/10).
Dalam kesempatan yang sama, Kuseryansyah mengapresiasi pengurus AFPI periode 2023-2026 yang telah menjalankan mandat organisasi, dan membangun berbagai fondasi bagi keberlanjutan asosiasi.
Pergantian kepemimpinan, kata Kuseryansyah, menjadi bagian dari dinamika organisasi, dan kesinambungan mandat, serta kepentingan bersama industri tetap menjadi perhatian utama.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada Bapak Entjik S. Djafar beserta seluruh jajaran pengurus atas kontribusi dan fondasi yang telah dibangun selama periode kepengurusan sebelumnya. Apa yang telah dilakukan menjadi bagian penting dari perjalanan AFPI dan akan menjadi pijakan bagi kami untuk melangkah ke depan,” ujarnya.
