
Travel Jannah Firdaus memastikan bahwa eskalasi konflik yang terjadi di Timur Tengah saat ini belum memengaruhi jadwal keberangkatan jemaah umrah dan haji dari Indonesia ke Arab Saudi. Pihak perusahaan menegaskan bahwa operasional penerbangan serta akses menuju dua kota suci, Mekah dan Madinah, masih berjalan normal.
Direktur Jannah Firdaus, Rahmat Syam, menjelaskan bahwa keberangkatan jemaah akan terus dilakukan selama Pemerintah Arab Saudi tetap membuka wilayah dan akses penerbangan untuk perjalanan ibadah.
“Sebetulnya dengan adanya konflik di Timur Tengah, memang secara global mempengaruhi. Tapi di umrah dan haji sampai sekarang itu tidak terpengaruhi,” ujar Rahmat di sela kegiatan Manasik Bersama 1.000 Jemaah sekaligus Milad ke-23 Jannah Firdaus di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (3/10).
Rahmat menekankan bahwa kondisi internal di Arab Saudi menjadi indikator utama bagi penyelenggara perjalanan ibadah. Selama otoritas setempat tidak melakukan penutupan wilayah, Jannah Firdaus berkomitmen untuk tetap melayani jemaah secara optimal.
“Jadi buat kami, sebagai pelaku umrah dan haji, tentunya tetap akan melayani seluruh jemaah. Karena memang tidak adanya penutupan wilayah Arab Saudi,” tambahnya. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu atau menunda rencana ibadah mereka hanya karena kekhawatiran terhadap situasi regional.
Kondisi Mekah dan Madinah Kondusif
Senada dengan Rahmat, CEO Jannah Firdaus, Wael Ahmed, meminta jemaah untuk lebih selektif dalam menerima informasi. Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, ia memastikan situasi di pusat ibadah sangat kondusif.
“Jangan cari informasi dari sumber yang tidak benar. Karena saya sendiri baru balik dari Saudi, alhamdulillah kita juga ada kantor di Mekah, ada kantor di Madinah. Alhamdulillah Saudi aman, Mekah-Madinah aman,” tegas Wael.
Wael menjelaskan bahwa titik konflik berada jauh di luar kawasan Mekah dan Madinah. Oleh karena itu, situasi tersebut tidak seharusnya menjadi alasan bagi biro perjalanan untuk menghentikan operasional keberangkatan.
Perkuat Ekosistem Bisnis dan Target 2026
Kepastian ini disampaikan di tengah perayaan hari jadi ke-23 Jannah Firdaus yang bertajuk “23 Tahun Penuh Makna Bersama Jannah Firdaus Melangkah Menuju Baitullah”. Sebagai perusahaan yang terdaftar sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) di Kementerian Agama, Jannah Firdaus terus memperkuat ekosistem layanannya.
Saat ini, perusahaan telah mengoperasikan Hotel Jannah Firdaus Makkah di kawasan Ajyad untuk memberikan kenyamanan lebih bagi jemaah. Ke depan, perusahaan bahkan berencana menghadirkan armada pesawat sendiri guna mendukung operasional perjalanan ibadah secara mandiri.
Hingga akhir tahun 2026, Jannah Firdaus mematok target ambisius untuk memberangkatkan sekitar 30.000 jemaah umrah dan haji khusus. Target ini didukung oleh jaringan operasional yang kuat, kerja sama internasional, serta sistem pelayanan terpadu yang telah dibangun selama lebih dari dua dekade.
“Alhamdulillah, selama ini kami terus menjaga komitmen keberangkatan jemaah. Kepercayaan jemaah adalah amanah yang harus kami jaga dengan pelayanan terbaik,” pungkas Wael. (E-3)
