
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan respons cepat terkait lonjakan harga cabai rawit merah yang kini telah menembus angka Rp100.000 per kilogram. Pemerintah berkomitmen untuk segera melakukan langkah stabilisasi guna menjaga daya beli masyarakat.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional per 5 Oktober 2026 pukul 08.31 WIB, harga cabai rawit merah tercatat mengalami kenaikan sebesar 1,05% atau Rp1.050, sehingga mencapai Rp100.700 per kilogram. Kenaikan signifikan ini memicu perhatian serius dari Kementerian Pertanian.
Tidak hanya cabai rawit merah, sejumlah jenis cabai lainnya juga menunjukkan tren peningkatan harga:
- Cabai merah besar: Naik 7,67% (Rp4.500) menjadi Rp63.150 per kilogram.
- Cabai merah keriting: Naik 4,62% (Rp3.300) menjadi Rp74.700 per kilogram.
Menyikapi kondisi tersebut, Mentan Amran menegaskan bahwa pemerintah akan melakukan pengecekan langsung ke lapangan di berbagai daerah. Ia telah menginstruksikan jajarannya untuk memantau pergerakan harga secara berkala.
“Pasti saya minta nanti Deputi stabilisasi untuk turun cek,” ujar Amran saat ditemui di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Senin (5/10).
Amran menekankan bahwa penanganan terhadap kenaikan harga ini harus dilakukan dengan cepat dan menyeluruh di seluruh wilayah Indonesia secara bergantian. “Harus langsung ditindak lanjut,” tegasnya.
Selain persoalan cabai, Mentan juga menyoroti anomali harga pada komoditas daging ayam. Ia mencatat adanya ketimpangan di mana harga di tingkat peternak mengalami penurunan drastis (anjlok), namun harga di tingkat konsumen tetap bertahan tinggi.
Untuk mengatasi masalah ini, Amran akan segera berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH). “Nanti saya minta Dirjen (PKH) turun, langsung saya telpon Dirjen,” jelasnya.
Pemerintah memastikan akan terus melaksanakan program stabilisasi pangan, khususnya untuk komoditas cabai dan ayam. Fokus utama pemerintah adalah memastikan keseimbangan harga agar tidak terjadi disparitas yang terlalu lebar antara produsen dan konsumen.
“Cabai, ayam jangan sampai harga di tingkat konsumen tinggi, padahal tingkat produsen rendah,” pungkas Amran. (E-3)
