
On Point Media berkomitmen mendorong kemandirian ekonomi lokal, dan menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan generasi muda. Melalui Lokafest, Surabaya, On Point Media membekali peserta, khususnya mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) untuk menggali potensi diri, mengembangkan gagasan kreatif, dan melihat kewirausahaan sebagai peluang dalam menciptakan lapangan kerja.
CEO On Point Media Zulfikar Mufti mengatakan, pihaknya berharap pertemuan mahasiswa dengan pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dapat membuka ruang pembelajaran, dan kolaborasi yang diwujudkan menjadi langkah nyata.
Kegiatan tersebut, kata Zulfikar, merupakan kelanjutan dari rangkaian acara yang sebelumnya telah diselenggarakan di Kota Bandung, Semarang, dan Jakarta. Seluruh rangkaian kegiatan itu diharapkan dapat memperluas semangat pemberdayaan potensi lokal, memantik ide, dan menginspirasi UMKM untuk terus berkembang, serta naik kelas.
“Kegiatan ini juga diharapkan menjadi awal dari kerja sama berkelanjutan yang menghubungkan kreativitas generasi muda dengan kebutuhan pengembangan usaha lokal,” kata Zulfikar dalam keterangan resminya pada Minggu (4/10).
Deputi I Bidang Strategi dan Sistem Komunikasi Bakom Fahd Pahdepie mengatakan, UMKM berperan dalam menciptakan nilai tambah, pertumbuhan ekonomi, dan lapangan kerja. Karena itu, kolaborasi pemerintah, kampus, dan generasi muda merupakan sesuatu yang penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
“Pemerintah mendorong insentif melalui kredit usaha rakyat (KUR), disertai dukungan literasi, legalitas, sertifikasi, dan akses pembiayaan. UMKM perlu memperkuat legalitas dan sertifikasi agar dapat mengakses pembiayaan serta mampu naik kelas,” ujar Fahd.
Sementara itu, Center of Macroeconomic and Finance Indef Abdul Manap menambahkan, sebagian UMKM masih memiliki tantangan, khususnya yang berkaitan dengan usaha. Untuk itu, para pemangku kepentingan perlu mendorong UMKM menuju skala menengah, dan besar agar pelaku usaha tersebut dapat berkontribusi lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
“Penguatan bahan baku dan rantai pasok menjadi faktor penting bagi keberlangsungan usaha. Akurasi data UMKM diperlukan dalam mendukung kebijakan dan program pemerintah tepat sasaran,” ujar Abdul.
Selanjutnya, dosen dan peneliti di Departemen Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unair Achsania Hendratmi mengatakan, pengembangan UMKM perlu diarahkan untuk naik kelas. Tujuannya untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja, distribusi produk, dan penerimaan negara.
“Inovasi dapat dilakukan secara bertahap melalui produk, pemasaran, maupun pengemasan. Inkubator bisnis Unair mendorong pelaku UMKM membaca tren dan menyesuaikan inovasi dengan kebutuhan konsumen,” tutur Achsania.
