Sunday, October 11

Produksi Beras Kabupaten Cianjur Surplus 271 Ribu Ton Tahun 2026


Dinas TPHP Kabupaten Cianjur mengeklaim produksi GKG atau padi hingga Agustus tahun ini mengalami surplus.(MI/BENNY BASTIANDY)

PRODUKSI gabah kering giling (GKG) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatatkan angka surplus yang signifikan pada tahun ini. Total produksi beras di wilayah tersebut dilaporkan jauh melampaui kebutuhan konsumsi masyarakat setempat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Cianjur, Wahyu Ginanjar, mengungkapkan bahwa hingga Agustus 2026, produksi GKG telah mencapai 765.465 ton. Jika dikonversikan, jumlah tersebut setara dengan 452.297 ton beras.

“Sementara kebutuhan konsumsi masyarakat di Kabupaten Cianjur diestimasi sebanyak 180.868 ton. Ini artinya kita kelebihan atau surplus sebanyak 271.429 ton beras,” ujar Wahyu pada Minggu (11/10/2026).

Produktivitas Lahan dan Kontribusi Daerah

Capaian produksi GKG sebanyak 765.465 ton tersebut dihasilkan dari luas lahan panen yang mencapai 133.821 hektare. Berdasarkan data DTPHP, tingkat produktivitas rata-rata di Kabupaten Cianjur mencapai 5,71 ton GKG per hektare.

Wahyu menegaskan bahwa Kabupaten Cianjur tetap konsisten sebagai salah satu lumbung padi utama. Di tingkat provinsi, Cianjur masuk dalam jajaran empat besar daerah penghasil gabah terbesar di Jawa Barat.

Secara geografis, Kabupaten Cianjur memiliki luas wilayah sekitar 361.940,50 hektare. Dari total luasan tersebut, terdapat lahan sawah seluas 66.086 hektare, yang terdiri dari:

  • Sawah irigasi: 44.479 hektare
  • Sawah tadah hujan: 21.607 hektare

Selain itu, terdapat lahan pertanian bukan sawah seluas 261.619,20 hektare dan lahan bukan pertanian tercatat sebesar 34.235,29 hektare.

Keberlanjutan Masa Tanam

Meskipun telah mencatat surplus besar, aktivitas pertanaman padi di Cianjur masih terus berlangsung. Hingga Agustus 2026, realisasi luas tanam tercatat mencapai 104.031 hektare.

Wahyu menjelaskan bahwa angka luas tanam tersebut tidak dapat dibandingkan secara langsung dengan luas panen dalam periode yang sama. Hal ini dikarenakan hasil panen merupakan output dari proses pertanaman beberapa bulan sebelumnya.

“Tanaman padi membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat bulan sejak tanam hingga panen. Karena itu, perbedaan angka luas tanam dan luas panen dalam periode pelaporan merupakan hal yang perlu dilihat berdasarkan siklus pertanaman,” pungkasnya.

Data Produksi Beras Cianjur (Hingga Agustus 2026):

  • Produksi GKG: 765.465 ton
  • Konversi Beras: 452.297 ton
  • Kebutuhan Konsumsi: 180.868 ton
  • Total Surplus: 271.429 ton



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *