Tuesday, September 22

Indonesia-Jepang Teken Perjanjian Kerja Sama Pertahanan


Ilustrasi(Dok Istimewa)

INDONESIA dan Jepang resmi memperkuat hubungan bilateral melalui penandatanganan kesepakatan kerja sama pertahanan atau Defense Cooperation Agreement (DCA). Dokumen strategis ini ditandatangani langsung oleh Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi dalam acara “Indonesia-Japan Defense Ministers Meeting” di Kantor Kemhan RI, Jakarta Pusat, Senin (4/5/2026).

Sjafrie menyatakan bahwa DCA ini merupakan instrumen penting untuk memperkuat kerja sama pertahanan kedua negara. Hubungan ini dibangun di atas prinsip saling menghormati kepentingan nasional dan konstitusi masing-masing negara.

“Pada hari ini kami menandatangani defense cooperation agreement antara Kementerian Pertahanan Indonesia dan Kementerian Pertahanan Jepang sebagai salah satu instrumen di dalam memperkuat kerangka kerja sama di bidang kegiatan pertahanan antara kedua negara,” ujar Sjafrie.

Selain memperkuat koordinasi keamanan, kedua negara sepakat untuk mendorong kerja sama substantif di bidang industri pertahanan. Selain itu, fokus kerja sama juga diarahkan pada pembangunan kapasitas pengawakan personel pertahanan dari kedua negara.

Sjafrie juga menambahkan bahwa kedua belah pihak akan melakukan pertukaran pandangan konstruktif mengenai pembangunan pertahanan serta kolaborasi dalam misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana alam.

Sementara itu, Menhan Jepang Shinjiro Koizumi menyebut DCA sebagai “kompas besar” yang akan menunjukkan arah masa depan kerja sama pertahanan Indonesia dan Jepang. Menurutnya, kesepakatan ini merupakan tonggak sejarah yang sangat krusial bagi kedua negara.

“Hari ini merupakan tonggak sejarah yang sangat krusial bagi hubungan pertahanan antara Jepang dan Indonesia,” kata Koizumi.

Koizumi menilai pendalaman kerja sama ini sangat penting di tengah situasi internasional yang kompleks dan tegang, seperti konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Sinergi ini diharapkan dapat berkontribusi besar bagi perdamaian dan stabilitas di kawasan secara keseluruhan.

Pertemuan bilateral ini juga menjadi ruang bagi kedua menteri untuk mendiskusikan langkah kolaborasi konkret, mulai dari keamanan maritim, latihan militer bersama, hingga kerja sama teknologi pertahanan dan alat utama sistem persenjataan (alutsista). Penandatanganan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan awal keduanya pada November 2025 lalu. (H-2)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *