
CEO baru Xbox, Asha Sharma, secara resmi mengumumkan bahwa Microsoft telah menghentikan pengembangan asisten AI Copilot untuk konsol Xbox. Selain itu, Microsoft juga akan mulai menarik secara bertahap layanan AI tersebut dari aplikasi mobile gaming mereka.
Keputusan ini menandai perubahan arah strategis yang signifikan di bawah kepemimpinan Sharma, yang mengambil alih posisi CEO dari Phil Spencer sejak Februari lalu.
Sharma menjelaskan langkah ini merupakan bagian dari upaya besar untuk merampingkan fokus bisnis Xbox.
“Xbox perlu bergerak lebih cepat, memperdalam hubungan kami dengan komunitas, dan mengatasi hambatan baik bagi pemain maupun pengembang,” tulisnya dalam unggahan di akun X miliknya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya keseimbangan kepemimpinan baru untuk membawa bisnis kembali ke jalur yang benar.
“Sebagai bagian dari perubahan ini, Anda akan melihat kami mulai mempensiunkan fitur-fitur yang tidak sejalan dengan arah tujuan kami. Kami akan mulai menghentikan Copilot di mobile dan akan menghentikan pengembangan Copilot di konsol.”
Padahal, sebelum pengumuman ini muncul, rencana integrasi AI di ekosistem Xbox tampak sangat ambisius. Pada bulan Maret lalu di Game Developers Conference, Manajer Produk Sonali Yadav sempat mengungkapkan antusiasme perusahaan terhadap teknologi ini.
“Saya sangat senang mengumumkan bahwa akhir tahun ini, kami akan menghadirkan Gaming Copilot ke konsol generasi saat ini, dan kami akan terus menghadirkannya ke lebih banyak layanan yang dimainkan oleh para pemain.”
Gaming Copilot sendiri awalnya dirancang untuk menjadi “pendamping setia” bagi para pemain, yang mampu memberikan bantuan langsung, tips, informasi mendalam, hingga rekomendasi permainan secara real-time.
Saat ini, layanan tersebut masih tersedia dalam fase beta di aplikasi mobile Xbox, Game Bar untuk Windows 11, dan perangkat genggam ROG Ally.
Namun, seiring dengan fokus perusahaan yang kini beralih pada pembangunan ulang posisi divisi gaming serta persiapan peluncuran konsol generasi berikutnya yang dikenal dengan kode “Project Helix,” Microsoft memilih untuk meninggalkan fitur asisten AI tersebut di platform konsol dan seluler mereka. (Variety/AOL/Z-2)
