Tuesday, September 22

PSSI Prihatin Kerusuhan usai Laga Persipura Vs Adhyaksa FC


Polisi terjun mengamankan para pemain saat situasi memanas di Stadion Lukas Enembe, Jumat (8/5/2026).(Antara)

PSSI menyayangkan kericuhan yang terjadi usai Persipura Jayapura gagal promosi ke Super League 2026/2027. Insiden tersebut pecah setelah Persipura kalah 0-1 dari Adhyaksa FC pada laga playoff Liga 2 Championship di Stadion Lukas Enembe, Jumat (8/5) malam.

Kekalahan itu memicu kekecewaan besar suporter Mutiara Hitam. Situasi mulai memanas ketika flare dinyalakan di tribun stadion. Suporter turut masuk ke lapangan dan melakukan aksi pelemparan serta perusakan fasilitas.

Kericuhan mencapai puncaknya saat beberapa kendaraan dibakar, termasuk ambulans dan mobil yang diduga milik penonton.

Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi mengaku prihatin atas insiden tersebut. Menurut dia, kerusuhan itu menjadi catatan buruk bagi sepak bola nasional yang saat ini masih berada dalam pengawasan FIFA.

“PSSI sangat menyayangkan kericuhan ini terjadi di Jayapura dan tentu kita prihatin dengan keributan ini,” kata Yunus Nusi, Sabtu (9/5).

“PSSI juga tidak sampai berpersangka buruk terjadinya hal seperti kejadian tadi malam. Karena kami tahu bahwa masyarakat dan supporter masyarakat Papua, supporter Persipura sangat cinta dengan sepak bola, tentu dengan cinta akan sepak bola pasti kami yakin untuk menjaga ketertiban dan keamanan di Stadion Lukas Enembe,” lanjutnya.

Yunus menilai insiden tersebut mencoreng upaya pembenahan sepak bola Indonesia yang tengah berjalan. Dia berharap kejadian serupa tidak kembali terulang di stadion mana pun.

PSSI mengingatkan seluruh suporter untuk bisa menerima hasil pertandingan dengan dewasa. Menang dan kalah ialah bagian yang tak terpisahkan dari sepak bola.

“Kita butuh kesabaran, kita butuh kesadaran bahwa menang kalah itu pasti terjadi di dalam sebuah pertandingan. Kita harus sadar bahwa pertandingan itu kalah, menang, atau seri dan itu pasti akan terjadi, tidak akan mungkin tidak,” ucap Yunus.

PSSI pun mengajak seluruh elemen suporter menjaga keamanan dan ketertiban stadion agar sepak bola Indonesia bisa menjadi tontonan yang aman dan nyaman.

“Kita mulai dari diri kita sendiri, kita mulai dari supporter yang menjadi andalan klub kesayangan kita untuk saling mengingatkan bahwa keamanan itu sangat penting dan bila terjadi kericuhan dan keributan semua juga rugi, tidak ada yang diuntungkan. Sekali lagi, PSSI sangat menyayangkan dan berhati-hati akan kejadian ini,” tukas Yunus Nusi. (E-4)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *