Friday, September 25

Fosil Vintana Sertichi Ungkap Mamalia Raksasa Era Dinosaurus


Ilustrasi karya seniman sosok Vintana sertichi.(Doc Lucille Betti-Nash)

SEKITAR 200 juta tahun yang lalu, saat daratan bumi masih menyatu dalam sebuah superkontinen raksasa bernama Gondwana yang terdiri dari Antartika, Amerika Selatan, Afrika, India, dan Australia, hidup kelompok mamalia misterius yang selama ini sulit dilacak oleh para ilmuwan, yakni Gondwanatheria. 

Kelompok ini sangat sulit dipelajari karena minimnya penemuan fosil, namun sebuah tim peneliti berhasil mengungkap salah satu anggota paling menonjol dari kelompok ini, yaitu Vintana sertichi.

Vintana sertichi hidup sekitar 66 hingga 70 juta tahun yang lalu di wilayah yang sekarang kita kenal sebagai Madagaskar. Hewan ini berbagi habitat dengan dinosaurus pada Zaman Kapur Akhir. 

Nama “Vintana” sendiri diambil dari bahasa Malagasy yang berarti “beruntung”, merujuk pada keberuntungan para peneliti saat menemukan fosilnya. 

Mamalia Ini memiliki indra pendengaran dan penglihatan yang tajam serta gerakan yang gesit, tetapi juga memiliki struktur tubuh yang unik dengan ekor pendek yang gempal. Secara fisik, Vintana memiliki tampilan yang menyerupai marmot tanah, namun dengan ukuran yang jauh lebih besar. 

Dengan berat mencapai 9 kilogram atau sekitar 19 pon, Vintana tercatat sebagai mamalia terbesar dari era Mesozoikum (252 hingga 66 juta tahun yang lalu) di belahan bumi selatan, hampir tiga kali lipat ukuran marmot tanah dewasa saat ini.

Selama bertahun-tahun, pengetahuan ilmuwan mengenai Vintana hanya terbatas pada fosil tengkorak yang ditemukan pada tahun 2014. 

Namun, sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Cretaceous Research oleh Dr. Simone Hoffmann dari New York Institute of Technology dan Dr. David Krause dari Denver Museum of Nature & Science pada 2023, akhirnya berhasil mengidentifikasi sisa-sisa postkranial atau bagian tubuh selain tengkorak untuk pertama kalinya.

Penemuan ini berawal dari analisis terhadap fosil tulang belakang yang ditemukan di Madagaskar.

Untuk memastikan identitas tulang tersebut, para peneliti menggunakan pemindai micro-Computed Tomography guna membandingkan model virtual tulang belakang tersebut dengan milik Adalatherium hui, mamalia serupa seukuran posum yang kerangkanya ditemukan hampir lengkap pada tahun 2020. 

Hasilnya menunjukkan bahwa tulang belakang tersebut sangat mirip dengan struktur Adalatherium, namun ukurannya 40 persen lebih besar. Skala ukuran yang masif ini memastikan bahwa tulang ekor tersebut merupakan milik Vintana sertichi.

Meskipun penemuan ini hanya berupa satu tulang belakang yang terisolasi dari kerangka Vintana yang lebih besar, penemuannya memberikan informasi kunci tentang garis keturunan Gondwanatheria.

“Gondwanatheria memiliki tulang ekor yang unik dan pendek, dan penemuan baru ini memberi tahu kita bahwa ekor Vintana bahkan lebih lebar dan lebih pendek daripada ekor Adalatherium yang sudah pendek,” ungkap Dr. Simone Hoffmann.

Temuan ini menjadi potongan teka-teki penting dalam memahami bagaimana mamalia purba beradaptasi dan berkembang di superkontinen Gondwana sebelum akhirnya punah atau berevolusi menjadi bentuk-bentuk baru.

Sumber: Phys.org, Sci.News



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *