Friday, September 25

NASA Kembangkan Helikopter Mars Berkecepatan Hampir Mach 1


Helikopter Ingenuity milik NASA di permukaan Planet Mars.(Doc NASA/JPL-Caltech)

BADAN antariksa Amerika Serikat, NASA, kembali mengembangkan teknologi penerbangan untuk eksplorasi Mars melalui pengujian rotor helikopter generasi baru yang mampu mencapai kecepatan mendekati Mach 1. Teknologi tersebut menjadi bagian dari konsep misi futuristik bernama SkyFall yang dirancang untuk menjelajahi wilayah Mars dengan lebih cepat dan fleksibel.

Pengujian dilakukan oleh tim insinyur di Jet Propulsion Laboratory menggunakan rotor eksperimental berkecepatan tinggi yang dirancang khusus untuk atmosfer tipis Mars. Dalam simulasi ruang hampa dan tekanan rendah, ujung baling-baling rotor disebut mampu bergerak mendekati kecepatan suara atau sekitar Mach 0,95.

NASA menjelaskan tantangan utama penerbangan di Mars terletak pada atmosfernya yang sangat tipis, hanya sekitar satu persen kepadatan atmosfer Bumi. Karena itu, rotor helikopter Mars harus berputar jauh lebih cepat dibanding helikopter konvensional di Bumi agar mampu menghasilkan gaya angkat yang cukup.

Pengembangan rotor baru ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan Ingenuity, helikopter mini yang mencatat sejarah sebagai kendaraan pertama yang berhasil terbang di planet lain pada 2021. Setelah menyelesaikan puluhan penerbangan di Mars, Ingenuity menjadi bukti bahwa eksplorasi udara di planet merah memungkinkan untuk dilakukan.

Konsep SkyFall sendiri dirancang sebagai sistem eksplorasi masa depan yang dapat mengirim beberapa drone atau helikopter mini secara bersamaan ke permukaan Mars. Berbeda dengan rover yang bergerak lambat di daratan, drone udara memungkinkan ilmuwan menjangkau tebing curam, gua, dan wilayah sulit lainnya dalam waktu lebih singkat.

Menurut NASA, teknologi rotor supersonik juga berpotensi meningkatkan efisiensi pengangkutan instrumen ilmiah ringan di Mars. Dengan kemampuan manuver udara yang lebih baik, drone generasi baru diharapkan mampu membantu pencarian tanda-tanda kehidupan purba maupun lokasi potensial bagi misi manusia di masa depan.

Sejumlah peneliti aerospace menyebut pengembangan rotor berkecepatan tinggi ini menjadi salah satu tantangan teknik paling rumit dalam eksplorasi antariksa modern. Selain harus ringan, baling-baling juga harus mampu bertahan terhadap getaran ekstrem akibat rotasi sangat cepat di atmosfer tipis.

Meski masih berada pada tahap pengembangan awal, NASA menilai teknologi SkyFall dapat membuka era baru eksplorasi Mars berbasis kendaraan udara otonom. Pengujian lanjutan kini difokuskan pada stabilitas penerbangan, efisiensi energi, dan ketahanan material rotor dalam kondisi lingkungan Mars.

Sumber: NASA Jet Propulsion Laboratory (JPL), NASA Mars Exploration Program, IEEE Spectrum, New Atlas, American Institute of Aeronautics and Astronautics (AIAA)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *