
TEKANAN besar tengah menyelimuti skuad tim nasional Irlandia jelang pertandingan UEFA Nations League menghadapi Israel. Di tengah gelombang desakan publik untuk memboikot laga tersebut akibat konflik di Gaza, winger Irlandia Chiedozie Ogbene dengan tegas meminta masyarakat agar tidak membebankan keputusan politik kepada para pemain.
Isu kampanye ‘Stop The Game’ mendominasi pemberitaan olahraga di Irlandia. Laga Irlandia vs Israel dijadwalkan bertanding di Debrecen, Hungaria, Senin (28/9).
Menjelang pertemuan tersebut, wakil kapten Dara O’Shea mengonfirmasi bahwa skuad Boys in Green akan mengadakan rapat khusus untuk menentukan sikap tim. Kendati demikian, Ogbene berharap publik memahami posisi para atlet.
“Ini adalah tugas yang rumit dan sangat sulit. Saya harap masyarakat tidak menekan kami untuk menjawab situasi yang rumit ini,” ujar Ogbene kepada RTE Sport usai kekalahan 0-1 dari Kosovo di Pristina. “Ada pihak-pihak berwenang yang memang bertugas membuat keputusan, dan Anda tidak bisa mengandalkan pemain sepak bola untuk mengambil keputusan tersebut.”
Alihkan Fokus
Meski isu laga kontra Israel menyita banyak perhatian, Ogbene menolak menjadikan polemik tersebut sebagai alasan atas performa buruk timnya saat takluk di tangan Kosovo lewat gol tunggal Vedat Muriqi di pengujung laga. Ia mengakui skuadnya tampil di bawah standar, termasuk kegagalannya mengonversi peluang emas di babak pertama.
“Kami tahu ada banyak diskusi di luar lapangan, tetapi fokus kami murni untuk menghadapi Kosovo. Hasil ini tentu sangat mengecewakan, dan kami harus segera berbenah,” pungkasnya.
(BBC/P-4)
