
KANKER pada kepala dan leher mencakup berbagai keganasan yang menyerang area mulut dan tenggorokan (rongga mulut dan faring), kotak suara (laring), sinus, rongga hidung, hingga kelenjar ludah. Meskipun kesadaran akan kesehatan meningkat, data menunjukkan tren kenaikan kasus yang mengkhawatirkan secara global.
Di Amerika Serikat, angka diagnosis kanker rongga mulut dan faring meningkat dari 10 kasus per 100.000 orang pada tahun 2007 menjadi 11,6 pada tahun 2023. Secara global, insiden ini diprediksi akan melonjak hingga 30 persen pada tahun 2030. Lantas, apa yang memicu kenaikan ini di saat penggunaan tembakau dan alkohol justru menurun?
Penyebab Utama: Pergeseran dari Tembakau ke Virus
Secara tradisional, penggunaan tembakau (rokok, asap rokok orang lain, maupun tembakau kunyah) dan konsumsi alkohol berlebih ialah pemicu utama. Seseorang yang mengonsumsi empat minuman beralkohol setiap hari selama 20 tahun memiliki risiko tiga kali lipat lebih tinggi. Kombinasi alkohol dan tembakau bahkan dapat meningkatkan risiko hingga 40 kali lipat.
Namun, faktor pendorong utama kenaikan kasus saat ini ialah infeksi Human Papillomavirus (HPV). Virus yang ditularkan secara seksual ini–yang juga menyebabkan kanker serviks–kini bertanggung jawab atas sekitar 30 persen kasus kanker orofaringeal di seluruh dunia.
Mengapa Kasus Terus Meningkat?
Meskipun penggunaan tembakau di kalangan dewasa turun 22 persen dalam dua dekade terakhir, infeksi HPV di area mulut tetap tinggi. CDC memperkirakan subtipe HPV risiko tinggi terdeteksi pada mulut 4 persen orang dewasa usia 18 hingga 69 tahun. Berbeda dengan kanker serviks yang memiliki prosedur Pap smear, belum ada metode skrining rutin yang serupa untuk kanker mulut dan tenggorokan, selain pemeriksaan fisik oleh dokter atau dokter gigi.
Langkah Pencegahan: Apa yang Bisa Anda Lakukan?
Kabar baiknya, risiko kanker ini dapat ditekan secara signifikan melalui langkah-langkah berikut:
- Vaksinasi HPV: Ini adalah cara paling efektif. Studi menunjukkan pria yang divaksinasi mengalami penurunan risiko kanker kepala dan leher sebesar 56 persen, sementara pada wanita sebesar 33 persen. Vaksin direkomendasikan untuk anak usia 11-12 tahun, tetapi tetap bermanfaat hingga usia 26 tahun (atau hingga 45 tahun berdasarkan konsultasi dokter).
- Berhenti Merokok: Berhenti merokok selama 1-4 tahun menurunkan risiko sebesar 30 persen. Jika berhasil berhenti selama 20 tahun, risiko turun hingga lebih dari 75 persen.
- Batasi Alkohol: Menghindari konsumsi alkohol berlebih secara konsisten dapat menurunkan risiko hingga 40 persen dalam jangka panjang.
- Pemeriksaan Rutin: Mintalah dokter gigi atau dokter umum Anda untuk memeriksa adanya pertumbuhan abnormal atau bercak putih/merah di dalam mulut saat pemeriksaan rutin.
Harapan melalui Pengobatan Modern
Bagi mereka yang terdiagnosis, kemajuan dalam pembedahan, terapi radiasi, dan kemoterapi meningkatkan angka kelangsungan hidup lima tahun hingga mendekati 70 persen. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 15 persen dibandingkan 50 tahun yang lalu. Dengan deteksi dini dan program vaksinasi yang lebih luas, angka kasus diharapkan akan mulai menurun di masa depan. (nWashingto Post/I-2)
| Faktor Risiko | Dampak/Risiko |
|---|---|
| Infeksi HPV | Penyebab 30% kanker orofaringeal global |
| Alkohol + Tembakau | Meningkatkan risiko hingga 40 kali lipat |
| Biji Pinang (Areca Nut) | Pemicu utama di Asia Selatan & Tenggara |
