Saturday, September 19

Salam Perpisahan Manis Oliver Glasner, Bawa Crystal Palace Juara Eropa Lewat Jalur Tikus


Pelatih Crystal Palace, Oliver Glasner, merayakan trofi UEFA Conference League sebelum hengkang. Ia menyebut kesuksesan ini sebagai penantian yang terbayar.(Crystal Palace)

MANAJER Crystal Palace yang akan segera hengkang, Oliver Glasner, merayakan kemenangan final Liga Konferensi UEFA. Ia menyatakan klubnya kini telah kembali ke tempat yang semestinya setelah melalui “jalan memutar selama satu tahun”.

Gol tunggal Jean-Philippe Mateta di babak kedua memastikan kemenangan 1-0 Palace atas Rayo Vallecano, sekaligus menandai trofi Eropa pertama dalam sejarah klub. Hasil manis ini juga otomatis mengamankan satu tiket bagi mereka di kompetisi kasta kedua Eropa, Liga Europa, musim depan.

Sedikit kilas balik, keberhasilan Palace menjuarai Piala FA musim lalu sebenarnya sudah memenuhi syarat untuk membuat mereka lolos ke Liga Europa musim ini. Namun, UEFA mencabut hak tersebut akibat terganjal regulasi kepemilikan multi-klub.

“Saya katakan kepada para pemain, dapatkan sekarang apa yang layak kalian dapatkan setelah memenangkan Piala FA — Liga Europa,” ujar Glasner kepada wartawan usai pertandingan.

“Sekarang, setelah penundaan satu tahun, klub, para penggemar, dan para pemain mendapatkan apa yang layak mereka dapatkan. Terkadang Anda harus mengambil jalan memutar, dan sekarang kita sudah sampai di sana.”

Pada Januari lalu, Glasner telah mengumumkan akan meninggalkan klub pada musim panas ini. Saat ia pertama kali tiba, Palace belum pernah memenangkan satu pun trofi mayor. Kini, pelatih asal Austria itu pergi dengan warisan tiga trofi bergengsi, Piala FA, Community Shield, dan gelar juara Eropa pertama bagi publik Selhurst Park.

“Kami sering mendengar para penggemar mengucapkan terima kasih kepada kami karena telah memberi mereka hari terbaik dalam hidup mereka dan semua emosi ini. Dan saya mengucapkan terima kasih kepada para pemain, karena hal yang sama juga berlaku bagi saya,” kata Glasner. “Karena mereka memberi saya hari-hari yang luar biasa dan menakjubkan dalam hidup saya dan itu adalah sesuatu yang sangat saya hargai.”

Glasner mengibaratkan masa baktinya di Palace sebagai “sebuah bab yang bagus untuk dibaca dalam buku Crystal Palace, tetapi bab-bab lain akan menyusul.”

Rasa bahagia yang luar biasa juga diutarakan oleh sang bek, Tyrick Mitchell. Baginya, mengangkat trofi Liga Konferensi memicu emosi yang luar biasa setelah satu dekade membela klub London tersebut.

“Luar biasa, rasanya sama seperti saat kami memenangkan Piala FA,” tutur Mitchell kepada TNT Sports. “Ini benar-benar kegembiraan murni, emosi murni, dan kami sangat bahagia bisa melewati garis finis.”

Mitchell tidak menampik bahwa ini merupakan musim terberat yang pernah mereka lalui dengan total memainkan 60 pertandingan. “Banyak dari tubuh kami yang tidak terbiasa dengan hal itu. Kami sempat melewati masa-masa di mana kami tidak menang. Kami juga kalah dalam beberapa pertandingan di kompetisi ini,” tambahnya.

Sementara itu, gelandang Adam Wharton yang tendangannya membentur pemain lawan sebelum disambar oleh Mateta menjadi gol, mengaku kesulitan menggambarkan makna kemenangan ini.

“Anda tidak bisa mengungkapkan perasaan ini dengan kata-kata. Ini luar biasa, London selatan, para penggemar. Ini sulit dipercaya,” kata Wharton. “Awal pertandingan agak berhati-hati, sebagaimana mestinya di sebuah final, tetapi kami berkembang dalam permainan, dan menemukan di mana ruang-ruang kosong berada.” (AFP/Z-2)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *