
INDONESIA membuka peluang besar untuk meraih medali emas pertama pada ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Harapan tersebut datang dari cabang olahraga teqball melalui atlet tunggal putri, Sumaya, yang berhasil memastikan diri melaju ke babak final.
Sumaya mengamankan tiket partai puncak setelah menumbangkan wakil India, Quimcy Joaquim Dsouza, dalam laga semifinal yang berlangsung di Nagoya City Higashi Sports Center, Sabtu (19/9). Kemenangan ini sekaligus memastikan Indonesia minimal mengantongi medali perak dari nomor tersebut.
Perjuangan di Semifinal
Langkah Sumaya menuju final tidak dilalui dengan mudah. Ia sempat tertinggal pada set pertama dengan skor 7-12. Namun, atlet kebanggaan Indonesia ini menunjukkan mentalitas juara dengan membalikkan keadaan pada dua gim berikutnya, menang dengan skor 12-9 dan 12-7.
“Ini sangat berarti bagi saya. Saya terus berlatih setiap hari, pagi, sore, malam. Kami datang ke sini memang untuk mencari medali emas,” ujar Sumaya usai pertandingan.
Sumaya mengakui bahwa lawannya di semifinal memberikan perlawanan sengit. “Dia (Joaquim Dsouza) memiliki permainan yang bagus. Sejak awal saya berusaha bermain tenang dan fokus pada setiap poin. Keyakinan itu yang membuat saya menang,” tambahnya.
Jalan Terjal Menuju Final
Perjalanan Sumaya di Asian Games 2026 tergolong penuh tantangan. Di fase Grup B, ia sempat menelan kekalahan dari wakil Myanmar, Wai Khin Hnin, dengan skor 10-12 dan 8-12. Namun, ia bangkit pada laga terakhir grup dengan mengalahkan Aidana Otorbaeva (Kirgizstan) melalui drama tiga gim 6-12, 12-6, dan 12-6.
Menempati posisi kedua di Grup B, Sumaya harus melewati babak repechage. Di fase tersebut, ia tampil dominan dengan menyingkirkan wakil Kamboja, DY Koemyean, dua gim langsung 12-8 dan 12-7, sebelum akhirnya mencapai semifinal dan menang atas wakil India.
Misi Balas Dendam di Partai Puncak
Pada babak final yang dijadwalkan berlangsung Minggu (20/9), Sumaya akan kembali berhadapan dengan Wai Khin Hnin dari Myanmar. Laga ini menjadi kesempatan emas bagi Sumaya untuk membalas kekalahannya di fase grup sekaligus mencatatkan sejarah bagi Indonesia.
Pertandingan final ini akan menjadi momen krusial, mengingat teqball baru pertama kali dipertandingkan secara resmi di ajang Asian Games. Emas dari Sumaya diharapkan menjadi pembuka keran prestasi kontingen Indonesia di Aichi-Nagoya. (I-2)
