
DOKTER spesialis gizi klinik, dr. Putri Sakti, M.Gizi, Sp.GK, AIFO-K, mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kondisi dehidrasi. Mengingat sekitar 60 persen tubuh manusia terdiri atas air, kekurangan cairan sekecil apa pun dapat memicu sejumlah risiko serius, termasuk mengganggu kinerja organ vital seperti jantung dan ginjal.
“Darah mengental sehingga beban kerja jantung meningkat untuk memompa darah ke seluruh organ. Hal ini bisa memicu penurunan tekanan darah dan gejala pusing,” ujar Putri dikutip dari Antara, Kamis (17/9).
Selain masalah sirkulasi darah, risiko tubuh kekurangan cairan juga berdampak langsung pada penurunan fungsi ginjal, di mana organ penyaring tersebut menjadi kesulitan menyaring racun, sehingga meningkatkan kerentanan terhadap infeksi saluran kemih (ISK) dan batu ginjal.
“Risiko heat exhaustion dan heat stroke yang dapat menyebabkan kegagalan organ dan meningkatkan risiko gangguan keselamatan jiwa,” tegasnya.
Kenali Tanda-Tanda Awal Dehidrasi yang Sering Terabaikan
Menurut lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tersebut, rasa haus yang dirasakan seseorang sebenarnya merupakan “sinyal darurat” bahwa tubuh sudah mengalami dehidrasi. Sering kali, tanda-tanda awal kekurangan cairan tidak disadari oleh banyak orang.
Beberapa indikator fisik yang perlu diwaspadai meliputi:
- Perubahan Warna Urine: Warna urine menjadi lebih gelap dan pekat, disertai penurunan frekuensi buang air kecil (kurang dari 4–5 kali sehari).
- Gangguan Saraf dan Kognitif: Muncul sakit kepala ringan, kepala terasa melayang, tubuh cepat lelah dan mengantuk, sulit fokus atau mengalami brain fog, serta emosi yang lebih mudah tersinggung.
- Kekeringan pada Mukosa: Mulut, bibir, atau mata terasa kering akibat produksi air liur dan air mata berkurang drastis.
- Sinyal Palsu Ingin Makanan Manis: Tiba-tiba muncul keinginan mengonsumsi makanan manis karena organ hati kesulitan memecah cadangan glikogen menjadi glukosa, sehingga tubuh mengirimkan sinyal palsu berupa rasa lapar atau ingin gula.
Langkah Pencegahan
Untuk mencegah dampak buruk dehidrasi, Putri menyarankan agar masyarakat senantiasa disiplin menjaga hidrasi tubuh dengan menerapkan sejumlah langkah preventif:
- Prinsip Minum Sebelum Haus: Jangan menunggu tenggorokan kering untuk mulai minum air putih.
- Target Harian: Tetapkan target konsumsi minimal 2 hingga 2,5 liter per hari, dan tingkatkan porsinya apabila sedang beraktivitas fisik berat di bawah terik matahari.
- Asupan Alami: Memperbanyak konsumsi buah dan sayur yang kaya kandungan air, seperti semangka, melon, jeruk, timun, selada, atau menyantap makanan berkuah bening untuk mencukupi kebutuhan cairan serta mineral alami tubuh.
(Ant/P-4)
