
BADAN SAR Nasional (Basarnas) mengusulkan kepada operator KM Virgo Transport 8 untuk segera melaksanakan operasi pengangkatan bangkai kapal (salvage) dari dasar laut. Langkah ini dinilai krusial guna mempercepat proses evakuasi puluhan korban kecelakaan kapal yang diduga masih terjebak di dalam badan kapal yang tenggelam pada kedalaman 29 meter tersebut.
Kepala Kantor Basarnas Banjarmasin, I Putu Sudayana, menjelaskan bahwa pengangkatan bangkai kapal akan membuka akses yang selama ini sulit dijangkau oleh tim penyelam. Menurutnya, kendala utama di lapangan saat ini adalah terbatasnya jarak pandang (visibility) di bawah air serta sulitnya peralatan menjangkau area-area terisolasi di dalam kapal.
“Salvage menjadi kunci utama untuk mempermudah pencarian puluhan korban yang hingga kini belum ditemukan. Dengan diangkatnya bangkai kapal, tim dapat melakukan penyisiran secara menyeluruh ke area yang sulit dijangkau guna memastikan keberadaan para korban,” ujar Putu Sudayana, Senin (28/9/2026).
Berdasarkan data hingga hari ke-16 operasi SAR, tim gabungan telah berhasil mengevakuasi total 174 korban. Dari jumlah tersebut, 108 orang dinyatakan selamat dan 66 orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Hingga saat ini, tercatat masih ada 69 penumpang yang belum ditemukan dan masih dalam proses pencarian.
Putu menegaskan bahwa meski usulan pengangkatan kapal diajukan, operasi SAR bawah laut dan penyisiran di wilayah perairan sekitar lokasi kejadian tetap dilakukan secara intensif oleh tim di lapangan.
Di sisi lain, musibah yang menimpa KM Virgo Transport 8 mulai berdampak pada sektor ekonomi masyarakat. Terhentinya operasional kapal tersebut mengganggu jalur distribusi pasokan kebutuhan pokok, terutama komoditas sayuran yang didatangkan dari Pulau Jawa. Akibatnya, mulai terjadi lonjakan harga kebutuhan pokok di pasar-pasar lokal akibat menipisnya stok barang. (H-3)
