Tuesday, September 22

Demam Lari Berlanjut, Program Menuju Ajang Marathon di Berlin Hadir di Indonesia


Tempo menghadirkan program ‘Road to Marathon in Berlin 2026’ yang memberikan kesempatan bagi konsumen di Indonesia untuk mengikuti ajang maraton di Berlin.(Dok. Tempo)

TREN lari di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan dalam beberapa tahun terakhir. Sepanjang 2025, tercatat lebih dari 550 ajang lari digelar di berbagai kota di Indonesia, mencerminkan meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga berbasis komunitas tersebut.

Bagi kalangan pelari serius, maraton di Berlin menjadi salah satu pencapaian yang dianggap prestisius. Ajang tersebut merupakan bagian dari World Marathon Majors (WMM), rangkaian enam maraton paling bergengsi di dunia dengan slot peserta yang terbatas dan diperebutkan pelari dari berbagai negara.

Di tengah meningkatnya antusiasme terhadap olahraga lari, merek tisu asal Jerman, Tempo, menghadirkan program ‘Road to Marathon in Berlin 2026’ yang memberikan kesempatan bagi konsumen di Indonesia untuk mengikuti ajang maraton di Berlin. 

Program yang berlangsung pada 1 April hingga 30 Juni 2026 itu akan memilih empat konsumen untuk mendapatkan paket perjalanan penuh ke Berlin. Paket tersebut mencakup biaya ballot marathon, tiket pesawat, akomodasi, hingga uang saku.

Country Head PT Vinda Internasional Indonesia Abraham Nandiwardhana mengatakan maraton di Berlin dipilih karena merepresentasikan nilai konsistensi dan ketahanan yang dinilai sejalan dengan filosofi merek Tempo. 

“Tempo lahir dari satu keyakinan bahwa kualitas bukan kemewahan sesaat, melainkan standar hidup yang dipegang setiap hari. Lari maraton di Berlin merepresentasikan hal yang sama: konsistensi, ketahanan, dan performa terbaik yang lahir dari pilihan personal yang tidak pernah setengah-setengah,” ujarnya di Jakarta, Selasa (12/5).

Menurutnya, program tersebut menjadi cara perusahaan menghadirkan semangat Tempo kepada konsumen Indonesia. Dalam program tersebut, Tempo juga menggandeng sejumlah komunitas lari di Indonesia seperti RIOT Indonesia, TNG Runner, Serikat Pelarian, Wake and Run, Run on Bali, dan Indo Runner Surabaya.

Melalui kolaborasi tersebut, tiap komunitas memiliki referral code yang dapat digunakan peserta saat mengunggah struk pembelian produk. Komunitas dengan penggunaan referral code terbanyak nantinya akan memperoleh kesempatan mengirimkan perwakilannya ke Berlin bersama Tempo.

Perusahaan menyebut kolaborasi itu dilakukan sebagai bagian dari upaya mendekatkan program dengan ekosistem lari di Indonesia. Selain komunitas lari, program tersebut juga terbuka bagi seluruh konsumen di Indonesia. Peserta dapat mengikuti program dengan membeli produk tisu Tempo di sejumlah mitra retailer seperti Alfamidi, AEON, FamilyMart, Foodhall, Ranch Market, dan Pepito.

Setelah melakukan pembelian, peserta diminta mengunggah foto struk melalui QR Code yang tersedia atau melalui akun Instagram @TempoIndonesia, melakukan verifikasi data diri, serta mengikuti akun media sosial resmi Tempo dan retailer mitra. Perusahaan juga menyediakan sistem leaderboard untuk memantau akumulasi transaksi peserta secara transparan.

Selain hadiah utama berupa perjalanan ke Berlin, program tersebut juga menghadirkan berbagai hadiah perlengkapan lari premium dengan total nilai ratusan juta rupiah.

“Kami tidak memilih program marathon di Berlin secara kebetulan. Ajang ini berbicara dalam bahasa yang sama dengan Tempo, bahasa konsistensi, ketahanan, dan standar yang tidak pernah dikompromikan,” kata Abraham. (Put/E-1)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *