
INSIDEN mengerikan yang nyaris menjatuhkan pesawat FlyDubai Flight 1073 dalam perjalanan menuju Tel Aviv pekan lalu mengungkap tabir kegagalan keamanan sistemik di tiga negara. Hamam al-Hammami, kopilot yang menyerang kapten pesawat dengan kapak darurat, diketahui memiliki rekam jejak radikalisme yang luput dari pengawasan ketat otoritas penerbangan internasional.
Penyelidikan mengungkap bahwa otoritas Oman sebenarnya mendeteksi kecenderungan ideologi radikal Hammami saat ia bekerja di maskapai negara, Oman Air. Pada tahun 2024, ia dilarang terbang, diwajibkan mengikuti program deradikalisasi, dan dipindahkan ke pekerjaan administratif setelah ketahuan mengakses situs web ekstremis.
Namun, kekhawatiran ini tidak disebarluaskan secara internasional. Ketika FlyDubai merekrut Hammami pada Februari 2025, maskapai tersebut hanya melakukan pemeriksaan latar belakang kriminal standar tanpa memverifikasi catatan mendalam dari otoritas Oman. Akibatnya, Hammami tidak hanya diterima bekerja, tetapi juga ditugaskan pada rute sensitif Dubai-Tel Aviv.
Kegagalan fatal juga terjadi di pihak Israel. Sebagai pilot berkebangsaan Oman–negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel–Hammami seharusnya dilarang keras memasuki ruang udara negara tersebut. Meski FlyDubai mengirimkan manifes kru kepada Otoritas Pajak Israel yang mengelola database penerbangan, Kementerian Transportasi Israel mengaku tidak memiliki wewenang atau keahlian untuk menyaring kru maskapai asing.
Laporan rahasia pada Mei 2024 sebenarnya memperingatkan bahwa keamanan penerbangan asing di Israel mulai longgar akibat masalah anggaran dan tenaga kerja. Eytan Ben David, mantan pejabat kontraterorisme Israel, menyebut insiden ini sebagai bentuk kelalaian nyata.
“Nama-nama kru tidak diperiksa dengan benar. Kita harus memperlakukan insiden ini seolah-olah bencana besar telah terjadi,” tegasnya.
- Lokasi: FlyDubai Flight 1073 menuju Tel Aviv.
- Pelaku: Hamam al-Hammami, 29, warga Oman keturunan Suriah.
- Aksi: Menyerang Kapten Smit Machchhar dengan kapak darurat setelah berpura-pura izin untuk berdoa.
- Hasil: Kapten berhasil membuka pintu kokpit, penumpang dan kru lain melumpuhkan pelaku saat pesawat menukik tajam.
Investigasi Global dan Dampak Industri
Saat ini, otoritas di Emirat, Arab Saudi, dan Israel tengah menyelidiki apakah Hammami bertindak sendiri atau terkait dengan organisasi teroris internasional. Penyelidikan juga diarahkan pada masa remaja Hammami di Suriah dan masa studinya di Australia untuk mencari titik awal radikalisasi.
Jaksa Agung Emirat menyatakan tindakan Hammami sebagai upaya aksi terorisme. Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan peninjauan menyeluruh terhadap protokol keamanan penerbangan asing. Kasus ini menjadi pengingat pahit bagi industri penerbangan global yang tengah menghadapi tingginya permintaan pilot, bahwa kecepatan rekrutmen tidak boleh mengorbankan ketatnya verifikasi keamanan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak FlyDubai menolak berkomentar selama proses investigasi internal dan eksternal masih berlangsung. (The Wall Street Journal/I-2)
