Tuesday, September 22

Dinosaurus Mungkin Muncul Lebih Awal dari yang Diperkirakan


Ilustrasi dinosaurus( Davide Bonadonna via National Geographic)

SEJARAH mencatat fosil dinosaurus tertua berasal dari sekitar 230 juta tahun lalu dan penelusuran mendalam ke dalam sejarah evolusi dinosaurus menunjukkan bahwa mereka mungkin muncul sekitar 250-240 juta tahun lalu.

Sebuah studi oleh Chase Brownstein, profesor dari Yale University, dan Christopher Griffin, profesor dari Princeton University, telah menentukan dinosaurus mungkin muncul 10 juta tahun sebelum fosil pertama mereka ditemukan. Perkiraan ini berhasil terungkap setelah peneliti memodelkan evolusi morfologi dinosaurus. 

Melacak Evolusi Dinosaurus

Secara historis memang sulit untuk menentukan usia semua kelompok dinosaurus. Menurut studi Brownstein dan Griffin, kesulitan dalam menentukan usia tersebut disebabkan tingginya keragaman garis keturunan dinosaurus dan distribusi luas dalam catatan fosil periode Trias Akhir.

Kedua peneliti tersebut mengungkap misteri usia dinosaurus dengan meneliti evolusi dinosaurus paling awal. Mereka merujuk pada sembilan kumpulan data morfologi untuk memeriksa hubungan evolusi antara berbagai spesies dinosaurus.

Dengan data tersebut, mereka memperkirakan dinosaurus muncul antara 250-240 juta tahun lalu. Sesuai dengan bukti fosil jejak yang menjadi bukti tidak langsung dari aktivitas biologis.

Para peneliti juga menentukan laju evolusi morfologi dinosaurus awal dan menemukan bahwa setelah kemunculannya, dinosaurus terdiversifikasi menjadi beberapa garis keturunan dan mengalami periode evolusi yang cepat.

Garis keturunan ini kemungkinan bercabang dalam kurun waktu lima juta tahun setelah asal mula dinosaurus dan spesies dalam tiap garis keturunan mulai mengembangkan perubahan tubuh dan ciri-ciri yang berbeda. Akan tetapi, laju evolusi morfologis menurun tajam pada tahap akhir Trias dan berpotensi berlanjut hingga periode Jura.

Bongkar Evolusi Ekologis dari Peristiwa Kepunahan Massal

Hasil penelitian Brownstein dan Griffin mencerminkan tren yang lebih luas dalam sejarah dinosaurus dengan memperlihatkan evolusi ledakan dari spesies dinosaurus. Para peneliti berpendapat bahwa salah satu faktor utama yang mendorong ledakan evolusi adalah peristiwa kepunahan massal.

Fenomena tersebut justru membuka berbagai macam ceruk ekologis melalui berbagai diversifikasi garis keturunan yang cepat. Misalnya, mamalia melakukan diversifikasi setelah mengisi ceruk yang kosong ketika dinosaurus punah setelah peristiwa kepunahan Cretaceous-Paleogene sekitar 66 juta tahun lalu.

Menurut penelitian Brownstein dan Griffin, kemunculan dinosaurus mungkin didorong peluang ekologis yang tersedia setelah kepunahan periode Permian 252 juta tahun lalu. Meskipun terdapat pola kepunahan massal yang mendahului ledakan evolusi cepat, tetapi hal tersebut tidak berlaku untuk kepunahan antara periode Trias hingga Jura.

Para peneliti tidak mendeteksi pergeseran dalam evolusi morfologis selama periode tersebut yang mungkin disebabkan oleh pengambilan sampel tidak lengkap dari garis keturunan dinosaurus yang relevan.

Meskipun demikian, meneliti garis dan hubungan evolusi pada tumbuhan dan hewan dapat membantu ilmuwan untuk menyusun kembali bagaimana dinosaurus dan organisme lain berevolusi dari waktu ke waktu. (Discover Magazine/Z-2)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *