Saturday, October 10

Dukung Industri Kreatif Jakarta, Rano Karno Apresiasi Peluncuran Si Doel The Musical


Ilustrasi(Dok Istimewa)

Merayakan lebih dari 50 tahun perjalanan intelectual property (IP) legenda Betawi sekaligus menyambut momentum lima abad Kota Jakarta, pertunjukan Si Doel The Musical secara resmi mengumumkan kesiapan produksi dan jajaran pemeran utamanya. Pentas drama musikal komedi dua babak ini dijadwalkan mentas di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, pada 7–31 Januari 2027.

Diinisiasi oleh Sozo Entertainment bersama RuMusikal dengan izin resmi Karnos Film, pertunjukan ini memadukan orkestrasi musik Betawi modern, koreografi, dan storytelling lintas generasi. Sebanyak 30 pemeran terpilih setelah menyisihkan 1.450 peserta audisi selama dua bulan seleksi ketat.

Executive Producer Sozo Entertainment, Mo Sidik, mengutarakan bahwa rencana pementasan ini merupakan bagian dari proyek trilogi musikal yang telah diriset dari popularitas adegan Si Doel di media sosial.

“Kami ingin menghidupkan kembali sesuatu yang sudah ada. Kami ingin menghadirkan sesuatu yang lama dan sesuatu yang baru, sehingga karya ini bisa terlahir kembali. Awalnya, kami merencanakan trilogi musikal. Pertunjukan pertama adalah musikal ini. Ketika kami mengurutkan video yang paling banyak ditonton di medsos, itulah yang menjadi referensi kami untuk dituangkan dalam Si Doel The Musical,” ujar Mo Sidik melalui keterangannya, Sabtu (10/10/2026).

Produser RuMusikal, Shafiq Husein, menjelaskan bahwa adaptasi ke panggung musikal dilakukan untuk mengeksplorasi medium hiburan baru setelah kesuksesan waralaba film dan sinetronnya. Sementara itu, Sutradara Pasha Prakasa menekankan pentingnya memberikan kebebasan interpretasi bagi para aktor tanpa menghilangkan esensi karakter asli yang telah melekat kuat di hati masyarakat.

“Si Doel Anak Sekolahan sudah dikenal melalui film, sinetron, dan trilogi film. Namun, medium musikal yang mengangkat cerita ini belum ada. Kami ingin menjadi jembatan antara generasi yang tumbuh pada era 1990-an dan generasi sekarang dengan bentuk hiburan yang berbeda,” kata Shafiq.

Pemeran utama tokoh Si Doel, Bukie B. Mansyur, mengaku merasakan beban serta tanggung jawab besar ketika dipercaya menghidupkan karakter paling ikonik masyarakat Jakarta tersebut di atas panggung.

“Bebannya sangat besar. Rasanya jadi pressure banget karena saya tahu Si Doel itu karakter yang sangat ikonik di Jakarta,” ujar Bukie. Selain Bukie, jajaran pemeran utama diperkuat oleh Adifa Nadira (Sarah), Maria Giena (Zaenab), Astry Ovie (Atun), Atien Kisam (Babe Sabeni), Rezky Cocip (Mandra), dan Ade Rianom (Mak Nyak).

Dukungan Rano Karno untuk Seni Pertunjukan Budaya Jakarta

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyampaikan apresiasi dan dukungannya secara daring atas dimulainya produksi Si Doel The Musical. Menurutnya, seni drama musikal merupakan sarana paling efektif untuk mengenalkan dan merayakan tokoh-tokoh budaya penting Jakarta.

“Saya mengucapkan terima kasih atas partisipasi kalian dan keberuntungan karena ingin melanjutkan Si Doel Musikal oleh teman-teman semua. Musikal merupakan media yang paling efektif untuk mengangkat sesuatu atau seseorang. Tahun ini saya meminta bantuan untuk bisa mengangkat tiga drama musikal, yakni Si Doel Musikal, Macan Kemayoran yang merupakan kisah Bang Ben, dan sekitar bulan Desember kisah tentang Bing Slamet agar warga Jakarta semakin paham tokoh yang memberikan arti bagi kisah Jakarta,” tutur Rano Karno.(H-2)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *