Saturday, October 10

Senne Lammens Kecewa Manchester United Gagal Kunci Kemenangan Lawan 10 Pemain Spurs


Kiper Manchester United Senne Lammens menegaskan timnya harus belajar mengunci kemenangan usai ditahan imbang 1-0 oleh 10 pemain Tottenham Hotspur.(Manchester United)

KIPER Manchester United, Senne Lammens, mengakui timnya harus belajar dari kekecewaan akibat gol di menit-menit akhir saat berhadapan dengan Tottenham Hotspur. Lammens menegaskan Setan Merah perlu berbuat lebih banyak untuk mengamankan keunggulan dan mengunci jalannya pertandingan.

Manchester United harus puas berbagi satu poin di kandang sendiri setelah gol penyeimbang dari Dominic Solanke pada masa stoppage time membatalkan keunggulan yang sebelumnya dicetak oleh Bryan Mbeumo. Padahal, skuad asuhan Roberto De Zerbi tersebut bermain dengan 10 orang di babak kedua setelah Rodrigo Bentancur diganjar kartu merah akibat melakukan tandukan terhadap Luke Shaw.

Berbicara kepada MUTV, kiper asal Belgia tersebut mengungkapkan rasa frustrasinya atas hasil imbang yang terasa menyakitkan tersebut.

“Sepak bola terkadang bisa sangat kejam. Ada banyak pasang surut, terutama dalam pertandingan seperti itu,” kata Lammens.

“Anda harus bertahan sedikit di babak pertama. Kami bersatu, dan kami tidak memainkan permainan terbaik kami, terutama saat menguasai bola, tetapi kami berjuang untuk memberi diri kami kesempatan membalikkan keadaan di babak kedua, yang berhasil kami lakukan. Kami membawa diri kami ke posisi yang kami inginkan,” lanjutnya.

Evaluasi Lammens Saat Hadapi 10 Pemain Lawan

Lammens menilai bahwa situasi menghadapi tim yang kehilangan satu pemain justru bisa menjadi jebakan tersendiri jika tidak disikapi dengan kewaspadaan tinggi. Menurutnya, lawan yang bermain dengan 10 orang tampil tanpa beban untuk menciptakan peluang.

“Kami telah memenangkan banyak pertandingan melawan 10 pemain [di masa lalu], tetapi Anda juga tahu situasi sulit bisa terjadi saat bermain melawan 10 pemain, karena mereka tidak rugi apa-apa dan mereka menyadari hal itu. Anda ingin bisa membunuh pertandingan dengan cepat dan mencetak gol lagi, atau setidaknya tidak memberi mereka kesempatan sama sekali,” ujar Lammens.

“Saya pikir itulah kesalahan kami. Kami memberi mereka sedikit terlalu banyak ruang bernapas untuk menciptakan peluang-peluang itu, dan kemudian satu bola harus berjalan tepat untuk mereka, satu pantulan harus menguntungkan mereka, dan mereka bisa mencetak gol seperti itu. Jadi, ya, ini perasaan yang sangat pahit,” tegas sang kiper.

Pelajaran Penting untuk Mengunci Pertandingan

Kiper muda tersebut menyoroti tren kehilangan poin di menit-menit akhir yang juga sempat dialami United pada laga tandang kontra Everton awal musim ini. Ia menegaskan pentingnya tim untuk mengambil kendali penuh dan tidak membiarkan hasil pertandingan lepas begitu saja.

“Anda merasa pertandingan-pertandingan itu melayang begitu saja dari Anda, dan ada satu atau dua situasi di mana Anda tidak benar-benar memiliki kendali,” tuturnya.

“Namun mudah untuk mengatakan hal itu, dan mudah untuk berbicara seolah-olah itu bukan salah kami dan hanya ada sesuatu yang salah. Saya pikir jawaban mudahnya adalah kami harus mampu membunuh pertandingan lebih cepat dan tidak menempatkan diri dalam posisi yang memberi mereka kesempatan,” tambah Lammens.

Meski menutup laga dengan kekecewaan mendalam, Lammens menekankan bahwa ada pelajaran berharga yang harus diambil timnya untuk laga-laga mendatang.

“Saya pikir ada banyak hal yang bisa dipelajari dari hari ini. Tidak semuanya negatif, sama sekali tidak, tetapi terutama cara pertandingan ini berakhir meninggalkan perasaan yang sangat buruk,” pungkasnya. (Manchester United/Z-2)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *