Wednesday, September 23

Fakta Terkini dari Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius


Ilustrasi.(Magnific)

OTORITAS kesehatan di berbagai negara tengah berpacu dengan waktu untuk melacak dan mengendalikan wabah Hantavirus yang terdeteksi di kapal pesiar MV Hondius. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi ada klaster infeksi yang melibatkan penumpang dan kru kapal tersebut.

Hantavirus biasanya dikaitkan dengan hewan pengerat (tikus). Namun dalam kasus ini, WHO mencurigai adanya kemungkinan penularan antarmanusia di atas kapal. Hingga saat ini, tiga orang dilaporkan meninggal dunia sejak 11 April, sementara sejumlah lainnya dalam kondisi sakit.

Kronologi dan Data Terkini Wabah

Wabah ini pertama kali dilaporkan ke WHO pada 2 Mei. Meskipun risiko bagi masyarakat umum dinilai rendah, CDC Amerika Serikat menetapkan respons Hantavirus pada level 3 (tingkat darurat terendah).








Kategori Detail Data
Total Orang di Kapal 147 orang (88 penumpang, 59 kru)
Kasus Terkonfirmasi 5 kasus (per Kamis)
Korban Meninggal 3 orang (Belanda dan Jerman)
Asal Negara 23 kewarganegaraan

Mengenal Strain Virus Andes

Berdasarkan hasil pengurutan genetik (sequencing), WHO mengonfirmasi bahwa wabah ini disebabkan oleh strain Hantavirus Andes. Strain ini merupakan satu-satunya jenis Hantavirus yang diketahui memiliki kemampuan transmisi terbatas dari manusia ke manusia, terutama melalui kontak dekat yang berkepanjangan.

Catatan Medis: Masa inkubasi Hantavirus biasanya berlangsung antara 1 hingga 6 minggu setelah paparan. Gejala awal meliputi demam, sakit kepala, nyeri perut, dan diare, yang dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan akut.

Upaya Penanganan Internasional

Saat ini, kapal MV Hondius sedang menuju Tenerife di Kepulauan Canary, Spanyol. Otoritas Spanyol berencana melakukan investigasi epidemiologis menyeluruh dan disinfeksi kapal segera setelah bersandar. Berikut langkah-langkah yang sedang diambil:

  • Pelacakan Kontak: Otoritas di Afrika Selatan, Belanda, Swiss, dan Inggris sedang melacak penumpang yang telah turun dari kapal atau melakukan perjalanan udara lanjutan.
  • Pemantauan AS: Departemen Luar Negeri AS dan departemen kesehatan di beberapa negara bagian (Georgia, Arizona, California, Texas, Virginia) memantau warga mereka yang kembali dari kapal tersebut.
  • Evakuasi Medis: Beberapa pasien kritis telah dievakuasi ke fasilitas ICU di Afrika Selatan dan Belanda untuk perawatan intensif.

Seberapa Berbahaya Hantavirus?

Hantavirus adalah virus yang jarang terjadi namun sangat mematikan. Di Amerika, virus ini dapat menyebabkan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) dengan tingkat kematian mencapai 38% bagi mereka yang mengalami gejala pernapasan. Hingga saat ini, belum ada vaksin atau pengobatan spesifik untuk Hantavirus. Perawatan hanya bersifat suportif untuk membantu bertahan hidup.

WHO mengimbau seluruh penumpang dan kru untuk tetap waspada terhadap gejala selama 45 hari ke depan. Meskipun penularannya tidak secepat flu atau covid-19, tingkat keparahan infeksi menjadikan virus ini sebagai prioritas kesehatan global yang muncul kembali. (CNN/I-2)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *