Thursday, October 1

Gandeng Perusahaan Jepang, Pemkot Palu Siapkan Teknologi Sensor untuk Amankan Infrastruktur dari Gempa


Pertemuan Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Japan International Cooperation Agency (JICA), dan IMV Corporation Jepang, yang berlangsung di ruang kerja Wakil Wali Kota Palu.(MI/M Taufan SP Bustan)

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Palu terus berupaya memperkuat sistem mitigasi bencana, khususnya gempa bumi dan tsunami, melalui penjajakan kerja sama dengan IMV Corporation Jepang.

Upaya tersebut dibahas dalam pertemuan Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Japan International Cooperation Agency (JICA), dan IMV Corporation Jepang, yang berlangsung di ruang kerja Wakil Wali Kota Palu.

Seusai pertemuan tersebut, dalam sesi wawancara, Advisor JICA Project, Ibrahim Djamaluddin, menjelaskan bahwa IMV Corporation merupakan perusahaan asal Jepang yang memproduksi teknologi sensor gempa atau Seismometer Technology yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung mitigasi bencana.

“IMV Corporation Jepang ini adalah produsen pembuat sensor gempa. Dalam hal ini kami datang ke Pemerintah Kota Palu untuk memperkenalkan teknologi dan menjajaki peluang kerja sama ke depan dalam hal bagaimana memitigasi bahaya-bahaya gempa di Kota Palu,” ujarnya di Palu, Senin (8/6). 

Menurut Ibrahim, teknologi sensor gempa yang dimiliki IMV Corporation memiliki berbagai fungsi strategis, mulai dari melindungi aset-aset infrastruktur hingga mendukung sistem peringatan dini apabila terjadi gempa bumi maupun tsunami.

“Penggunaan alat sensor ini dapat mengamankan aset-aset infrastruktur, kemudian juga dapat memberikan informasi early warning system ketika terjadi gempa dan tsunami. Selain itu, teknologi ini dapat menyediakan data yang lebih jelas dan akurat untuk mendukung perencanaan tata ruang ke depan,” jelasnya.

Ibrahim menambahkan, seismometer yang dikembangkan IMV Corporation mampu merekam dan mengumpulkan data kejadian gempa secara lebih rinci, sehingga dapat menjadi dasar penting dalam pengambilan kebijakan pembangunan yang berbasis mitigasi risiko bencana.

Melalui pertemuan tersebut, JICA berharap Pemerintah Kota Palu dapat mengambil langkah lanjutan untuk membuka peluang kerja sama yang lebih konkret dengan Pemerintah Jepang.

“Kami berharap ada semacam aksi dari Pemerintah Kota Palu, artinya mengajukan permintaan kepada pihak Jepang melalui JICA. Kami siap memfasilitasi pembicaraan dengan Pemerintah Jepang terkait,” tandasnya.

Pertemuan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Palu dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman gempa bumi dan tsunami, mengingat Kota Palu merupakan salah satu daerah dengan tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi.

Melalui pemanfaatan teknologi modern dan kerja sama internasional, diharapkan sistem mitigasi bencana di Kota Palu dapat semakin kuat serta mampu memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat dan infrastruktur daerah. (TB/E-4)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *