
KEMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan tanggapan terkait harga BBM hari ini, di mana ada kenaikan harga BBM nonsubsidi yang diberlakukan PT Pertamina (Persero) mulai Sabtu, 18 April 2026. Kenaikan ini dinilai sebagai konsekuensi logis dari lonjakan harga minyak mentah dunia akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.
Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menjelaskan bahwa penyesuaian harga pada komoditas Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex merupakan respons terhadap dinamika pasar global dan fluktuasi nilai tukar rupiah.
“Kita memahami bahwa penyesuaian harga BBM non-subsidi merupakan bagian dari mekanisme yang mengikuti dinamika harga minyak dunia dan nilai tukar. Ini merupakan respons terhadap kondisi pasar global,” ujar Dwi Anggia di Jakarta, Sabtu (18/4).
Pemicu Kenaikan: Konflik Iran-AS-Israel
Kondisi geopolitik konflik Timur Tengah menjadi faktor utama yang mengerek harga minyak internasional. Anggia menambahkan bahwa tren kenaikan harga BBM juga sudah terjadi di negara-negara tetangga dengan rentang kenaikan yang cukup signifikan.
Pemerintah menekankan pentingnya penentuan harga yang transparan dan kompetitif guna menghindari distorsi di pasar domestik.
Meskipun harga BBM nonsubsidi mengalami kenaikan tajam, Pemerintah memastikan harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar Subsidi tidak akan naik hingga akhir tahun 2026 demi menjaga daya beli masyarakat.
Daftar Harga BBM Pertamina per 18 April 2026
Berdasarkan data resmi Pertamina untuk wilayah DKI Jakarta, berikut adalah rincian perubahan harga BBM per 18 April 2026:
| Jenis BBM | Harga Lama (1 April) | Harga Baru (18 April) |
|---|---|---|
| Pertamax Turbo | Rp13.100 | Rp19.400 |
| Dexlite | Rp14.200 | Rp23.600 |
| Pertamina Dex | Rp14.500 | Rp23.900 |
| Pertamax (RON 92) | Rp12.300 | Rp12.300 (Tetap) |
| Pertalite (Subsidi) | Rp10.000 | Rp10.000 (Tetap) |
Selain Pertamax Turbo dan varian Dex, Pertamina juga terpantau masih mempertahankan harga Pertamax Green di angka Rp12.900 per liter serta Biosolar di angka Mata Uang Rupiah 6.800 per liter.
“Prioritas pemerintah adalah menjaga daya beli masyarakat dan melindungi kelompok rentan. InsyaAllah kita bisa melewati kondisi ini dengan kerja sama dan dukungan dari masyarakat,” tutup Anggia. (Ant/H-3)
