Wednesday, September 23

Indonesia Terbuka 2026 Sempat Terburu-buru, TiwiFadia Ungkap Kunci Redam Perlawanan Wakil Hong Kong


Amalia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti(MI/KHOERUN NADIF RAHMAT)

PASANGAN ganda putri Indonesia Amalia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti sukses melangkah ke babak perempat final turnamen bulu tangkis Indonesia Terbuka 2026.

Tiket delapan besar tersebut mereka amankan setelah menumbangkan wakil Hong Kong, Yeung Nga Ting/Yeung Pui Lam, lewat kemenangan dua gim langsung 21-19 dan 21-18 pada laga babak 16 besar yang berlangsung di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (4/6).

Kendati berhasil memetik kemenangan straight game, duet Tiwi/Fadia sempat menghadapi situasi krusial pada masa-masa akhir gim pertama.

Setelah sempat memimpin perolehan angka dengan selisih yang cukup meyakinkan, performa mereka justru mengendur sehingga pasangan Hong Kong mampu memangkas jarak dan memberikan perlawanan yang ketat.

Fadia mengakui adanya penurunan fokus yang membuat perolehan poin mereka sempat tersendat menjelang gim pertama usai. 

“Ya mungkin di game-game pertama menurut saya kita bisa menang mudah ya, cuman pas di 18-11 kita terlalu banyak melakukan kesalahan sendiri. Itu juga poin penting juga untuk hari ini, untuk evaluasi juga, untuk tidak terlalu terburu-buru dan melakukan terlalu banyak melakukan kesalahan sendiri,” ujar Fadia selepas pertandingan.

Senada dengan rekannya, Tiwi mengungkapkan bahwa mereka sempat terbawa oleh strategi yang diterapkan oleh lawan. 

“Di game pertama sempet terburu-buru terus ngikutin pola lawan, kurang bisa meredam. Tapi alhamdulillah kita bisa kembali ambil poin lagi dan memenangkan permainan,” tutur Tiwi.

Kecenderungan bermain terburu-buru saat posisi sudah unggul diakui menjadi salah satu evaluasi mendasar bagi ganda putri ini. Menurut Fadia, dinamika di dalam lapangan sering kali berjalan sangat cepat sehingga pemain terkadang tidak menyadari situasi tersebut. 

“Ya itu juga kita masih belajar mengatasi itu gimana di saat udah unggul kita kekejar. Mungkin tadi poin penting juga buat hari ini untuk tetap tenang dan saling ngingetin sih kalo main ganda,” jelas Fadia.

Tiwi pun sepakat bahwa komunikasi antar-pemain di atas lapangan menjadi kunci utama untuk meredam tekanan ketika lawan mulai mengejar perolehan angka.

“Iya bener kata teteh, kadang emang itu kan kita waktu bermain itu nggak sadar ya gitu. Satu poin satu poin eh tiba-tiba udah apa namanya udah hampir terkejar gitu,” tambahnya.

Mengenai tekanan atmosfer Istora Senayan yang terkenal riuh, Fadia menegaskan bahwa dukungan penuh dari para penonton justru menjadi suntikan motivasi tambahan bagi mereka sekaligus menjadi tekanan psikologis bagi kubu lawan. 

“Sebenernya penonton juga modal juga buat kita, buat kita terus semangat, dan lawan juga pastinya kena pressure juga kena teriakan dari penonton. Jadi cukup membantu sekali sih penonton di Istora,” kata Fadia.

Melihat peta persaingan di sektor ganda putri Indonesia yang berhasil meloloskan banyak wakil di babak perempat final Indonesia Terbuka 2026, Tiwi menyambut positif perkembangan tersebut.

Kehadiran rekan-rekan senegara di fase gugur ini dinilai menjadi momentum baik untuk membangkitkan prestasi sektor ganda putri nasional di kancah internasional.

“Tentu saja seneng, kita aganda putri Indonesia bisa rame di Indonesia Open. Ya kita bersaing secara sehat dan kita ingin membangkitkan lagi ganda putri untuk ganda putri Indonesia di top level,” pungkas Tiwi.

Pada babak perempat final yang akan digelar Jumat (5/6), tantangan berat sudah menanti Tiwi/Fadia. Mereka dijadwalkan akan menantang ganda putri tangguh asal Jepang, Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto, demi memperebutkan satu tiket ke babak semifinal.(H-2)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *