Saturday, September 19

Investor Syariah Melonjak 35, Literasi dan Inovasi Jadi Tantangan Industri


Penguatan literasi, inovasi produk, serta akses investasi yang lebih luas menjadi faktor penting untuk mendorong pertumbuhan investor syariah secara berkelanjutan.(Dok. Sucor Asset Management)

INDUSTRI investasi syariah di Indonesia dinilai masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar seiring meningkatnya jumlah investor dalam beberapa tahun terakhir. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Maret 2026 mencatat jumlah investor pemilik efek syariah telah mencapai empat juta investor atau tumbuh 35,25% secara tahunan.

Pertumbuhan tersebut mencerminkan meningkatnya minat masyarakat terhadap instrumen investasi berbasis syariah, sekaligus menunjukkan potensi pengembangan industri keuangan syariah nasional yang masih terbuka lebar.

Melihat perkembangan tersebut, Islamic Finance News (IFN), platform media internasional yang berfokus pada pengembangan industri keuangan syariah, menggelar IFN Forums 2026 pada Rabu, 20 Mei 2026.

Forum yang menjadi bagian dari rangkaian Shariah Investment Week (SIW) ini mempertemukan regulator, pelaku industri, investor, hingga praktisi keuangan syariah untuk membahas perkembangan, peluang, dan tantangan dalam mendorong pertumbuhan industri investasi syariah di Indonesia.

Dalam forum tersebut, PT Sucorinvest Asset Management (Sucor AM) turut ambil bagian sebagai partner utama. Partisipasi perusahaan disebut menjadi bagian dari komitmen untuk mendukung pengembangan industri investasi syariah yang lebih inklusif sekaligus memperkuat literasi dan akses masyarakat terhadap instrumen investasi berbasis syariah.

Direktur Sucor AM, Fajrin Hermansyah, mengatakan potensi pengembangan industri investasi syariah di Indonesia masih sangat besar. Menurutnya, penguatan literasi, inovasi produk, serta akses investasi yang lebih luas menjadi faktor penting untuk mendorong pertumbuhan investor syariah secara berkelanjutan.

“Potensi pengembangan industri investasi syariah di Indonesia masih sangat besar. Oleh karena itu, penguatan literasi, inovasi produk, serta akses yang lebih luas menjadi faktor penting untuk mendorong partisipasi investor syariah yang lebih berkelanjutan,” ujar Fajrin dalam keterangan tertulisnya, Selasa (26/5).

Komitmen Sucor AM dalam mendukung industri investasi syariah juga tecermin dari pencapaian perusahaan di ajang Islamic Finance News (IFN) Investor Fund Awards 2025.

Dalam ajang tersebut, perusahaan meraih dua penghargaan melalui produk Sucorinvest Sharia Money Market Fund, yakni IFN Investor Best Money Market Fund in Indonesia-IDR 2025 dan IFN Investor Best Money Market Fund in Asia Pacific 2025.

Fajrin menyebut penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas konsistensi perusahaan dalam menghadirkan solusi investasi syariah yang inovatif dan sesuai dengan kebutuhan investor.

“Penghargaan ini menjadi apresiasi atas konsistensi perusahaan dalam menghadirkan solusi investasi syariah yang inovatif dan sesuai dengan kebutuhan investor,” katanya.

Melalui partisipasi dalam IFN Forums 2026, Sucor AM menyatakan akan terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung pertumbuhan industri investasi syariah, baik di tingkat domestik maupun global.

PT Sucorinvest Asset Management sendiri telah berdiri sejak 1997 dan memperoleh lisensi penuh pada 1999. Dengan pengalaman lebih dari dua dekade, perusahaan menjadi salah satu manajer investasi yang masuk dalam jajaran top manajer investasi di Indonesia.

Perusahaan menyatakan terus mendorong inovasi produk, tata kelola yang baik, serta pendekatan investasi berorientasi jangka panjang guna menghadirkan produk investasi yang relevan dengan kebutuhan pasar. (E-1)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *