Tuesday, September 29

Mantan Teman Sel Jeffrey Epstein Ungkap Surat Rahasia Sebelum Bunuh Diri


Sebuah laporan terbaru mengungkap surat rahasia Jeffrey Epstein sebelum tewas bunuh diri, serta pengakuan mantan teman satu selnya yang sempat diabaikan sipir.(AFP)

MILIARDER terpidana kasus kekerasan seksual, Jeffrey Epstein, ternyata berulang kali berbicara dan menulis tentang keinginannya untuk mengakhiri hidup dalam minggu-minggu sebelum ia tewas bunuh diri. Informasi ini diungkap dalam laporan terbaru The New York Times Magazine.

Mantan perwira polisi yang kini mendekam di penjara, Nicholas Tartaglione, mengungkapkan dirinya sempat dua kali memergoki Epstein mencoba bunuh diri saat mereka berbagi sel. Suatu malam, Tartaglione terbangun dan melihat Epstein mencoba mengikat seprei ke jeruji jendela sel. Pada kesempatan lain, ia melihat gerak-gerik mencurigakan Epstein di dalam kegelapan.

“Menemukan jerat tali tersembunyi di bawah kasur [Epstein],” kata Tartaglione.

Tartaglione mengaku telah melaporkan kejadian ini kepada penjaga penjara, namun mereka tidak menanggapi dengan serius dan justru menertawakannya.

Isi Surat Rahasia Epstein

Setelah percobaan bunuh diri kedua yang gagal, Tartaglione menemukan sebuah catatan yang ditulis oleh Epstein dan diselipkan di dalam salah satu bukunya.

“Mereka menyelidiki saya selama berbulan-bulan – Tidak Menemukan APA-APA!!!” tulis Epstein dalam catatan tersebut. “Adalah sebuah kesenangan untuk dapat memilih waktu sendiri untuk mengucapkan selamat tinggal. Apa yang kalian ingin aku lakukan – Menangis tersedu-sedu!! TIDAK ASYIK – TIDAK SEPADAN!!”

Tak lama kemudian, Epstein melakukan percobaan ketiga yang hampir berhasil, lalu mengeklaim dirinya diserang oleh Tartaglione. Karena alasan itulah, Tartaglione menyerahkan surat tersebut kepada pengacaranya, Bruce Barket, sebagai bukti perlindungan hukum.

“Kewajiban kami bukanlah kepada penjara untuk membantu mereka melakukan pekerjaan mereka, atau kepada Epstein atau keluarganya atau siapa pun di planet ini,” ujar Barket kepada The Times. “Tugas kami adalah melindungi klien kami.”

Pengakuan Teman Sel Terakhir

Epstein kemudian dipindahkan ke sel baru bersama Efrain Reyes (50). Reyes mengaku sempat berteman baik dan memohon agar Epstein tidak bunuh diri. Reyes bahkan pernah memergoki Epstein membuat tali dari seprei penjara dan langsung membuangnya ke toilet.

Reyes dipindahkan dari sel tersebut pada 9 Agustus 2019. Sebelum pergi, Reyes dan petugas US Marshals telah memperingatkan sipir agar Epstein segera diberikan teman sekamar baru sesuai protokol pengawasan bunuh diri.

“Carikan dia teman sekamar yang baik. Dia tidak baik jika sendirian,” kenang Reyes saat memperingatkan penjaga penjara.

Namun, peringatan itu diabaikan. Keesokan paginya, Epstein ditemukan tewas di selnya dalam kondisi sendirian.

Meski kematiannya memicu banyak spekulasi, laporan The Times menyatakan rekaman video yang ada memperkecil kemungkinan keterlibatan orang lain. Selain itu, dalam telepon terakhir dengan kekasihnya, Karyna Shuliak, beberapa jam sebelum tewas, Epstein sempat menitipkan pesan emosional agar Shuliak tetap kuat dan menyatakan bahwa ia mencintainya. (People/Z-2)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *