
PEMIMPIN Tertinggi Gereja Katolik, Paus Leo XIV, memberikan pujian atas kesepakatan yang dicapai antara Amerika Serikat dan Iran. Beliau menyampaikan harapannya agar kesepakatan ini menjadi penanda nyata berakhirnya konflik bersenjata di antara kedua negara.
“Terima kasih kepada Tuhan,” ujar Paus Leo saat berbicara kepada para wartawan di tempat peristirahatan kepausan di Castel Gandolfo, tepat di luar kota Roma.
Paus Leo menegaskan menyelesaikan perselisihan melalui jalur diplomasi jauh lebih baik dibandingkan dengan mengangkat senjata kembali.
“Masih akan ada beberapa poin yang harus diselesaikan, tetapi selalu lebih baik melakukannya melalui dialog, melalui negosiasi, dan bukan dengan kembali ke medan perang,” tambah Paus. “Saya berharap ini benar-benar menjadi solusi bagi perang, bahwa perang benar-benar telah berakhir, dan kita dapat melangkah maju.”
Selama ini, Paus dikenal sebagai salah satu kritikus paling vokal terhadap perang yang melibatkan AS-Israel dengan Iran. Beliau bahkan sempat menegur para pemimpin negara yang menggunakan narasi agama untuk membenarkan konflik tersebut, dengan menyatakan bahwa Kristus tidak mendengarkan doa-doa mereka yang mengobarkan perang, melainkan menolaknya.
Harapan Penghapusan Senjata Nuklir
Dalam kesempatan tersebut, Paus Leo berbicara kepada awak media di luar Villa Barberini, tempat beliau biasanya menghabiskan hari Selasa untuk beristirahat dan bekerja. Jurnalis dari berbagai media, termasuk media Spanyol, telah menunggu berjam-jam di balik pembatas untuk mendapatkan pernyataannya.
Wawancara ini sekaligus menggantikan sesi konferensi pers yang awalnya dijadwalkan dalam penerbangan pulang dari Tenerife, Spanyol, namun batal terlaksana akibat kerusakan teknis pesawat yang memaksa Paus pulang dengan armada berbeda.
Mengenai Nota Kesepahaman (MoU) yang baru dicapai antara AS dan Iran, Paus Leo merasa bersyukur dokumen tersebut akan segera diresmikan dalam waktu dekat.
“Terima kasih Tuhan, setidaknya ada Memorandum ini yang akan mereka tanda tangani secara resmi pada hari Jumat,” ungkap Bapa Suci.
Beliau juga menekankan pentingnya menuntaskan dampak sosial dan ekonomi pascaperang, termasuk komitmen global dalam melenyapkan senjata pemusnah massal.
“Saya berharap Memorandum ini dapat menjadi ‘benar-benar sebuah solusi bagi perang, bahwa perang benar-benar berakhir dan kita dapat melangkah maju demi kebaikan semua orang. Singkirkan senjata nuklir, ya, carilah kebaikan bagi semua bangsa, carilah bagaimana menyelesaikan masalah-masalah di tingkat ekonomi dan sosial yang telah tercipta selama masa ini’.” (CNN/The Guardian/Z-2)
