Wednesday, September 23

Maskapai Delta Hapus Layanan Minum Rute Pendek Mulai 19 Mei


Ilustrasi.(Magnific)

MASKAPAI penerbangan global, Delta Air Lines, bersiap melakukan perombakan besar-besaran pada model layanan di atas pesawat mulai 19 Mei mendatang. Kebijakan baru ini akan menghapus layanan minuman pada ratusan rute jarak pendek, tetapi memperluas penawaran penuh pada rute yang lebih jauh.

Langkah strategis ini pertama kali mencuat melalui unggahan pakar penerbangan JonNYC di platform X. Perubahan ini akan berdampak langsung pada penumpang kelas ekonomi di kabin Delta Main Cabin dan Delta Comfort.

Aturan Baru: Batasan 350 Mil

Berdasarkan struktur baru tersebut, penerbangan dengan jarak 350 mil (sekitar 563 km) atau lebih akan mendapatkan layanan minuman dan camilan lengkap. Sebaliknya, rute di bawah 349 mil tidak akan lagi menawarkan layanan makanan maupun minuman di dalam kabin. Mayoritas rute yang terdampak memiliki waktu tempuh di udara kurang dari satu jam.

Penyesuaian ini secara efektif menghapus opsi minuman Express Delta, yang sebelumnya mencakup penerbangan jarak menengah dengan pilihan terbatas seperti kopi, teh, dan air mineral. Dengan penyederhanaan tingkatan layanan ini, sekitar 600 penerbangan harian akan ditingkatkan ke layanan penuh, sementara sekitar 450 penerbangan lain akan mengalami pemangkasan layanan.

Pernyataan Resmi Delta:

“Delta menyesuaikan layanan minuman di atas pesawat untuk menciptakan pengalaman yang lebih konsisten di seluruh jaringan kami,” ujar perwakilan Delta kepada Newsweek. Meski layanan ditiadakan pada rute pendek, kru kabin dipastikan tetap siaga untuk melayani kebutuhan darurat penumpang.

Pergeseran kebijakan ini terjadi di tengah guncangan industri penerbangan menyusul penutupan mendadak Spirit Airlines. Pada 2 Mei 2026, Spirit Airlines secara resmi memulai proses penghentian operasional (wind-down) akibat lonjakan harga bahan bakar yang tidak terkendali.

CEO Spirit, Dave Davis, menyatakan bahwa kenaikan harga bahan bakar yang tiba-tiba dalam beberapa pekan terakhir tidak memberikan alternatif lain bagi perusahaan selain menutup operasional secara tertib. Berhentinya Spirit Airlines dinilai mengurangi tekanan kompetisi bagi maskapai besar seperti Delta, yang memicu kritik dari para pelancong di media sosial.

Tantangan Logistik dan Efisiensi

Para pengamat industri mencatat bahwa penerbangan jarak pendek sering kali menghadirkan tantangan logistik bagi kru kabin. Faktor turbulensi dan jadwal terbang yang sangat ketat sering kali membatasi waktu yang tersedia untuk memberikan layanan secara aman dan maksimal.

Dengan menghapus layanan pada rute terpendek, maskapai dapat merampingkan operasional dan memfokuskan sumber daya pada penerbangan dengan layanan penuh lebih memungkinkan untuk dilakukan secara efektif. Bagi penumpang, pengalaman terbang kini akan sangat bergantung pada jarak tempuh; selisih beberapa mil saja dapat menentukan apakah mereka mendapatkan layanan penuh atau tidak sama sekali. (I-2)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *