
MATAHAI sekitar 1,5 jam lagi tenggelam, tetapi suasana di perlintasan sebidang, Senin (11/5), di bawah jalan layang Lempuyangan, Kota Yogyakarta, semakin ramai. Lokasinya tepat di sisi Timur Stasiun Lempuyangan.
Tampak anak-anak dengan didampingi orang yang lebih tua asyik menunggu kereta yang datang. Saat kereta melintas, tak lupa mereka melambaikan tangan seolah mengenal penumpang yang ada di dalam kereta.
“Keponakan senang lihat kereta api,” kata Ningsih yang sore itu melihat lalu lintas kereta api bersama keponakannya yang masih berusia 2 tahun 1 bulan
Ia biasanya datang ke lokasi sekitar pukul 16.00 WIB dan pulang sebelum matahari terbenam, pukul 17.30 WIB. Menurut dia, perlintasan sebidang tersebut memang sering dikunjungi warga, terutama anak-anak yang sangat senang melihat kereta api.
Tidak hanya anak-anak dengan didampingi orang yang lebih tua, pecinta kereta api (rail fans) dewasa pun menjadi lokasi tersebut untuk berburu foto dan video.
Salah seorang pecinta kereta api, Alam, misalnya, mengaku perlintasan sebidang di bawah Jalan Layang Lempuyangan memang menjadi salah satu lokasi favorit untuk berburu konten kereta api. “Di sini kereta yang lewat banyak,” ungkap dia.
Selain itu, suasana juga esttetis, terutama saat senja. Gambar kereta api dan infrastrukturnya semakin terlihat dramatis ketika langit berwarna jingga.
Di antara keramaian para pecinta kereta api itu, hadir para pedagang yang mengais rejeki dengan menggelar dagangan. Mereka berjualan aneka kulinet, dari mulai sate ayam, telur gulung, susu murni, hingga angkringan.
Keamanan Perlintasan Sebidang
Di balik keindahan suasana di perlintasan sebidang Lempuyangan, ada keselamatan yang harus di utamakan.
Sebelumnya, Manager Humas Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih mengatakan, pihaknya secara aktif menggencarkan sosialisasi keselamatan kepada masyarakat, terutama di perlintasan sebidang. Hingga Triwulan I 2026, tercatat sebanyak 217 kegiatan sosialisasi telah dilaksanakan, yang terdiri dari 212 kegiatan di perlintasan sebidang dan 5 kegiatan di sekolah serta lingkungan masyarakat.
“Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas di sekitar jalur kereta api.
Dalam memberikan pemahaman dan penyampaian informasi keselamatan secara langsung kepada pengguna jalan raya di lapangan, Daop 6 juga telah memasang perangkat pengeras suara atau audio imbauan keselamatan di 9 titik perlintasan Daop 6 Yogyakarta, yaitu di JPL 736, 739, 3A, 352, 351, 320, 316, 350, dan 349. Fasilitas ini diharapkan mampu memberikan peringatan dini kepada pengguna jalan agar tertib mematuhi rambu-rambu dan lebih waspada saat berada di perlintasan kereta api.
“Sepanjang periode 2023–Mei 2026, Daop 6 telah mendukung pemerintah dalam menutup perlintasan liar dengan rincian tahun 2023 sebanyak 6 perlintasan, tahun 2024 sebanyak 14 perlintasan, tahun 2025 sebanyak 14 perlintasan, dan sampai Mei 2026 ini sebanyak 4 perlintasan telah ditutup.”
Feni menambahkan, 38 perlintasan liar yang ditutup tersebut tersebar di wilayah Wonogiri sebanyak 17 perlintasan, Solo sebanyak 4 perlintasan, Wojo sebanyak 4 perlintasan, Wates sebanyak 3 perlintasan, Brambanan sebanyak 2 perlintasan, Sumberlawang sebanyak 2 perlintasan, Sragen sebanyak 2 perlintasan, Yogyakarta sebanyak 2 perlintasan, Klaten sebanyak 1 perlintasan, dan Palur sebanyak 1 perlintasan.
Saat ini, di wilayah Daop 6 Yogyakarta terdapat total 292 perlintasan sebidang yang terdiri dari 97 perlintasan dijaga KAI, 29 perlintasan dijaga Pemda, 17 perlintasan dijaga pihak eksternal, dan 136 perlintasan liar. Ke depannya, penanganan perlintasan akan dilakukan secara komprehensif, mulai dari penutupan perlintasan yang berisiko, peningkatan penjagaan dan pengawasan, hingga pemanfaatan teknologi.
Selain itu, peningkatan kompetensi petugas penjaga perlintasan (PJL) juga menjadi perhatian utama. Hingga Triwulan I 2026, Daop 6 telah melaksanakan pembinaan PJL hingga angkatan ke-7 sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam menjaga keselamatan di perlintasan. Tidak hanya kepada para petugas PJL yang dikelola KAI tapi juga berkolaborasi dengan para petugas di bawah pengelolaan Dinas Perhubungan di berbagai titik.
Jajaran manajemen Daop 6 Yogyakarta juga secara konsisten melakukan monitoring dan evaluasi langsung ke lapangan setiap bulannya melalui kegiatan Tilik Perlintasan Sebidang. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan seluruh petugas menjalankan tugas sesuai prosedur serta memberikan pembinaan secara langsung guna meningkatkan kinerja dan kesiapsiagaan di lapangan.
“Keselamatan perjalanan kereta api adalah tanggung jawab bersama. Melalui berbagai upaya seperti penutupan perlintasan liar, peningkatan sosialisasi kepada masyarakat, pemasangan perangkat imbauan keselamatan, serta pembinaan berkelanjutan kepada petugas di lapangan, kami berharap dapat terus meningkatkan budaya keselamatan di lingkungan perkeretaapian.
Pihaknya juga mengajak seluruh masyarakat untuk turut berperan aktif dengan disiplin mematuhi rambu dan aturan saat melintas di perlintasan sebidang demi keselamatan bersama,” tutup Feni. (H-2)
