Monday, September 21

Mikel Arteta Bawa Arsenal Juara Liga Primer setelah 22 Tahun Penantian


Mikel Arteta sukses membawa Arsenal menjuarai Liga Primer Inggris dan mengakhiri penantian gelar selama 22 tahun setelah membangun proyek panjang sejak 2019.(AFP)

PELATIH Mikel Arteta sukses membawa Arsenal kembali menjadi juara Liga Primer Inggris dan mengakhiri penantian gelar selama 22 tahun.

Keberhasilan Arsenal menjuarai Liga Primer Inggris musim ini menjadi puncak dari proyek panjang yang dibangun Arteta sejak ditunjuk sebagai manajer pada 2019.

Arteta yang sebelumnya belum pernah menangani tim utama dipercaya memimpin Arsenal setelah sempat menjadi asisten Pep Guardiola di Manchester City. Arteta mengaku banyak belajar dari Guardiola selama bekerja bersama di City.

“Sebagai pemain dan pelatih, dia telah menjadi inspirasi bagi saya, dan dia adalah orang yang memutuskan bertaruh pada saya, untuk memasukkan saya sebagai asisten pelatih,” kata Arteta tahun lalu seperti dikutip dari AFP.

“Saya akan selalu berterima kasih kepadanya, jika tidak, saya tidak akan berada di sini,” sambungnya.

Meski dekat dengan Guardiola, Arteta tidak sepenuhnya mengadopsi filosofi permainan mantan mentornya tersebut.

Karier bermain Arteta di Paris Saint-Germain, Rangers, hingga Everton turut memengaruhi pendekatannya sebagai pelatih.

Saat membela Everton di bawah asuhan David Moyes, Arteta mengaku mendapat banyak pelajaran mengenai pembangunan tim.

“Saya belajar darinya di dalam dan di luar lapangan tentang membangun tim dan mendapatkan karakter yang tepat di dalam tim untuk membangun apa yang Anda inginkan,” ujar Arteta mengenai Moyes.

Arsenal musim ini dikenal memiliki pertahanan solid dan kekuatan dalam situasi bola mati, sesuatu yang dinilai lebih dekat dengan pendekatan Moyes dibanding gaya Guardiola.

Ketika pertama kali bertemu petinggi Arsenal, Arteta disebut langsung mempresentasikan rencana lima tahap untuk membawa klub kembali bersaing di papan atas Liga Primer dan Eropa.

Ia juga mengambil keputusan besar dengan melepas sejumlah pemain senior seperti Pierre-Emerick Aubameyang dan Mesut Ozil demi menjaga keharmonisan skuad.

Arteta sempat membawa Arsenal menjuarai Piala FA beberapa bulan setelah ditunjuk. Namun perjalanan berikutnya tidak selalu berjalan mulus.

Pada musim pertamanya, Arsenal finis di posisi kedelapan, pencapaian terburuk klub dalam 25 tahun. Mereka juga gagal lolos ke Liga Champions setelah finis kelima pada musim berikutnya.

Meski kemudian tiga musim beruntun finis di posisi kedua, Arteta tetap mendapat kritik karena dinilai gagal membawa Arsenal menjadi juara.

Arsenal bahkan sempat diragukan musim ini setelah menelan empat kekalahan domestik beruntun pada Maret dan April yang mengakhiri perjalanan mereka di Piala FA dan Piala Liga.

Namun, Arteta mampu membangkitkan timnya hingga akhirnya mengungguli Manchester City dan memastikan gelar Liga Primer Inggris.

Arsenal kini juga berpeluang meraih gelar Liga Champions pertama dalam sejarah jika mampu mengalahkan Paris Saint-Germain pada final di Budapest, 30 Mei mendatang.

“Terkadang ketika segalanya terasa lebih sulit di awal, maka itu akan menjadi lebih baik sehingga bisa melihat transformasi tersebut dan kegembiraan pada orang-orang,” kata Arteta menjelang laga melawan Burnley.

“Ini adalah sesuatu yang indah untuk disaksikan,” sambungnya. (Z-2)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *