Monday, September 21

Mirip Kasus Gisèle Pelicot, Polisi Belanda Bongkar Skandal Pembiusan dan Pemerkosaan Massal Berantai


Ilustrasi(Magnific)

KEPOLISIAN Belanda meluncurkan investigasi besar-besaran terkait dugaan pembiusan dan kekerasan seksual berantai terhadap sejumlah perempuan. Penyelidikan ini berujung pada penangkapan empat orang pria setelah polisi menerima informasi krusial dari penegak hukum di Inggris dan Jerman.

Berdasarkan keterangan resmi Kepolisian Belanda, para korban diduga kuat telah dibius “oleh seseorang di lingkaran terdekat mereka” dan dilecehkan secara seksual di depan kamera. Aksi keji tersebut kemudian disebarkan ke jaringan media sosial tertentu.

Para tersangka diketahui kerap beraktivitas di dalam grup media sosial privat. Di dalam ruang digital rahasia tersebut, mereka saling berbagi kiat dan cara terbaik untuk membius korban, sekaligus mengedarkan foto maupun video dari kekerasan seksual yang telah mereka lakukan.

Pihak kepolisian menyatakan penangkapan dilakukan pada akhir Mei lalu, setelah mendatangi dan menggeledah rumah delapan orang tersangka pria berusia antara 21 hingga 51 tahun yang berhasil diidentifikasi melalui grup online tersebut.

Hingga saat ini, tim detektif masih terus memeriksa barang bukti berupa komputer, diska lepas (USB), kartu memori (SD card), serta ponsel yang disita dalam penggeledahan. Selain perangkat elektronik, polisi juga menemukan sejumlah obat-obatan dan senjata di beberapa lokasi penggerebekan.

Media di Belanda menyamakan peristiwa mengerikan ini dengan kasus Gisèle Pelicot di Prancis, di mana sang suami secara tega berulang kali membius istrinya sendiri dan mengundang puluhan pria asing untuk memerkosanya.

Dakwaan yang dijatuhkan kepada para tersangka bervariasi, mulai dari kepemilikan dan partisipasi dalam grup online terlarang, pembuatan atau penyebaran konten seksual, hingga tindakan membahayakan nyawa korban melalui pembiusan, serta percobaan maupun tindakan pemerkosaan.

Milou van der Kolk dari tim kejahatan seksual Rotterdam menyatakan jumlah pasti korban dalam kasus ini masih belum diketahui secara jelas dan proses penyelidikan masih terus berjalan.

“Ini adalah kasus dengan dampak yang sangat besar,” ujar Milou van der Kolk.

“Sebagai korban, Anda mungkin tidak tahu apa yang telah terjadi pada diri Anda, karena Anda mungkin telah dibius dan berada dalam kondisi tidak sadar.”

“Kabar bahwa pasangan atau kenalan Anda mungkin telah membius Anda dan bahkan mungkin memerkosa Anda atau mencoba melakukannya, dapat membalikkan kehidupan Anda sepenuhnya,” tambah Van der Kolk.

Pihak kepolisian menegaskan jumlah korban masih bisa bertambah seiring pemeriksaan data digital. Kepolisian tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru yang ditangkap dalam waktu dekat. (BBC/Z-2)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *