
ISU keberlanjutan semakin menjadi poros strategi di industri kecantikan global. Di tengah meningkatnya kesadaran konsumen terhadap dampak lingkungan dan sosial dari produk yang mereka gunakan, pelaku industri tak lagi sekadar menjual fungsi, tetapi juga nilai.
Momentum ini dimanfaatkan sejumlah brand untuk menegaskan kembali komitmen berbasis misi, termasuk dalam perayaan tonggak usia bisnis. Memasuki usia ke-50 tahun, The Body Shop kembali menegaskan positioning globalnya melalui kampanye “Empowered by Nature”. Tema tersebut menjadi penegasan bahwa alam bukan hanya sumber inspirasi produk, tetapi juga entitas yang perlu dijaga dan dipulihkan secara nyata.
Didirikan pada 1976 oleh Anita Roddick, The Body Shop dikenal sebagai salah satu pelopor konsep kecantikan berbasis etika dan keberlanjutan. Di Indonesia, merek ini hadir sejak 1992 melalui Hutomo Mugi Santoso dan Suzy Hutomo. Hingga kini, jaringan bisnisnya telah berkembang menjadi 102 gerai yang tersebar di 44 kota.
Head of Marketing & Digital The Body Shop Indonesia Nimas Chrisensia mengatakan, perayaan lima dekade perjalanan ini bukan sekadar selebrasi usia, tetapi momentum untuk mempertegas kembali nilai inti perusahaan.
“Melalui semangat ‘Empowered by Nature’, kami ingin memperkuat kembali identitas kami yang tidak hanya menghadirkan produk dari alam, tetapi juga mengembalikan manfaat bagi alam serta membangun koneksi yang lebih erat dengan komunitas,” ujar Nimas dalam keterangan resmi, Rabu (30/4).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui program Urban Biodiversity di Rumah Deret Tamansari (RDTS), Bandung. Program ini dijalankan bersama Yayasan Tunas Nusa dan Kelompok Tani Milenial RDTS sebagai bagian dari upaya pemulihan ruang hijau di kawasan perkotaan.
Dalam inisiatif ini, perusahaan menanam lebih dari 50 jenis tanaman dan pohon sebagai bagian dari upaya mengatasi penurunan keanekaragaman hayati di wilayah urban.
Program ini juga melibatkan lebih dari 50 anak muda dan perempuan dalam pengembangan ekosistem hijau, termasuk pembangunan rooftop garden, taman vertikal, dan hutan pangan mikro. Langkah tersebut diarahkan untuk berkontribusi pada peningkatan kualitas udara di kawasan metropolitan Bandung sekaligus memperkuat peran komunitas dalam menjaga lingkungan. Pendekatan ini mencerminkan strategi keberlanjutan yang tidak hanya berhenti pada kampanye komunikasi, tetapi juga menyentuh implementasi langsung di tingkat komunitas.
Di sisi lain, perayaan 50 tahun juga dimanfaatkan untuk memperkuat hubungan emosional dengan pelanggan. The Body Shop Indonesia menghadirkan kembali Dewberry, fragrance ikonik era 1990-an yang memiliki basis penggemar tersendiri.
Menurut Nimas, kembalinya produk tersebut bukan semata langkah nostalgia, melainkan simbol kesinambungan antara warisan brand dan generasi baru konsumen.
“Dewberry bukan hanya produk, tetapi bagian dari memori banyak pelanggan kami sejak tahun 90-an. Kami ingin menghadirkan kembali kedekatan emosional tersebut, sekaligus membawa energi baru bagi generasi sekarang,” katanya.
Strategi ini menunjukkan bagaimana brand global memadukan dua pendekatan sekaligus: memperkuat agenda keberlanjutan dan menjaga relevansi pasar melalui emotional branding.
Sebagai bagian dari rangkaian perayaan, The Body Shop Indonesia juga berkolaborasi dengan Padeloom untuk menghadirkan aktivitas wellness eksklusif pada 8 Mei. Kegiatan ini mencakup friendly padel match serta sesi yoga yang dipandu oleh Kyra Nayda dan Putri Caya (Puchh).
Aktivasi tersebut diarahkan sebagai ruang bagi pelanggan untuk kembali terhubung dengan diri sendiri di tengah dinamika kehidupan urban. Pendekatan ini memperlihatkan bagaimana brand kecantikan kini memperluas definisi nilai yang ditawarkan, tidak hanya pada produk fisik, tetapi juga pengalaman dan gaya hidup.
Dalam konteks industri, langkah tersebut sejalan dengan tren global yang menempatkan wellness dan sustainability sebagai bagian integral dari strategi bisnis. Nimas menegaskan bahwa perjalanan 50 tahun menjadi refleksi sekaligus pijakan untuk fase berikutnya.
“Kami berharap perayaan ini menjadi momen refleksi dan juga sebagai apresiasi kepada para pelanggan setia kami yang turut menjadi bagian dari perjalanan membanggakan kami. Kepercayaan dari mereka menjadi fondasi penting bagi The Body Shop untuk terus berkembang dan tetap relevan hingga hari ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, perusahaan akan terus menghadirkan inovasi serta memperkuat koneksi dengan pelanggan agar dapat menciptakan dampak positif yang lebih luas dalam jangka panjang.
Dengan jaringan 102 gerai di 44 kota, The Body Shop Indonesia kini berada pada fase konsolidasi sekaligus penguatan identitas. Di tengah persaingan industri kecantikan yang semakin ketat dan konsumen yang semakin kritis terhadap isu lingkungan, strategi berbasis keberlanjutan dan keterlibatan komunitas menjadi diferensiasi yang semakin penting.
Perayaan 50 tahun ini menunjukkan bahwa bagi sebagian pelaku industri, keberlanjutan tidak lagi diposisikan sebagai agenda tambahan, melainkan bagian dari strategi bisnis jangka panjang untuk menjaga relevansi dan kepercayaan pasar. (E-4)
