Tuesday, September 22

Prabowo Soroti Beban Biaya Tempat Tinggal Buruh


Prabowo Subianto tawarkan skema rumah bagi buruh dengan cicilan hingga 40 tahun dan bunga rendah 5% untuk ringankan beban hunian.(tangkapan layar youtube)

PRESIDEN Prabowo Subianto menilai beban biaya tempat tinggal yang selama ini ditanggung pekerja cukup berat. Karenanya, ia menawarkan skema baru kepemilikan rumah yang lebih ringan. 

Dalam pidatonya pada peringatan Hari Buruh di Monas, Jakarta, Jumat (1/5), ia menegaskan komitmen pemerintah untuk mengalihkan pengeluaran sewa menjadi cicilan kepemilikan.

Menurut Prabowo, banyak buruh saat ini menghabiskan sebagian besar penghasilan hanya untuk kontrak rumah tanpa kepastian memiliki hunian sendiri. Kondisi ini, kata dia, perlu diubah agar pekerja dapat memiliki aset jangka panjang.

“Tadi, kalian mengatakan penghasilan kalian 30% untuk kontrak (rumah). Nanti kita akan yakinkan, saudara nanti akan miliki rumah tersebut,” ujarnya.

Ia menjelaskan, porsi pengeluaran tersebut nantinya akan dialihkan menjadi cicilan rumah dengan tenor panjang, sehingga lebih terjangkau bagi buruh. Skema cicilan fleksibel juga disiapkan untuk menyesuaikan kemampuan pekerja.

“Jadi yang tadi 30% untuk kontrak (rumah), kita kurangi, itu adalah untuk kau cicil rumahmu sendiri, cicilnya kalau bisa 20 tahun. Kalau enggak bisa 20 tahun, 25 tahun. Kalau belum lunas 25 tahun, 30 tahun. Kalau tidak bisa 30 tahun, 35 tahun. Kalau tidak bisa, 40 tahun. Karena buruh tidak mungkin lari kemana-mana, petani dan nelayan tidak mungkin lari kemana-mana,” kata Prabowo.

Selain skema cicilan, pemerintah juga menyoroti persoalan bunga pinjaman yang selama ini memberatkan masyarakat kecil. Prabowo menyebut praktik bunga tinggi menjadi salah satu hambatan utama akses pembiayaan.

“Selama ini rakyat kecil kalau pinjam uang, bunganya luar biasa gilanya. Orang kecil, pinjam uang bunganya bisa 70% setahun,” ucapnya.

Sebagai langkah koreksi, ia mengaku telah menginstruksikan bank-bank milik negara untuk menyalurkan kredit dengan bunga jauh lebih rendah. Kebijakan ini diharapkan dapat membuka akses pembiayaan yang lebih adil bagi pekerja.

“Saya sudah perintahkan bank-bank milik Republik Indonesia, sebentar lagi kita kucurkan kredit untuk rakyat, maksimal 5% satu tahun,” pungkas Prabowo. 

Dengan skema cicilan panjang dan bunga rendah, pemerintah berupaya menggeser pola pengeluaran buruh dari sekadar biaya hidup harian menuju kepemilikan aset, sekaligus memperluas akses pembiayaan yang lebih terjangkau. (Z-2)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *