
GITARIS grup band indie rock Reality Club, Nugi Wicaksono, menekankan bahwa tujuan akhir dari setiap karya musik adalah membangun ikatan nyata dengan para pendengarnya. Menurutnya, teknologi dan platform digital hanyalah sarana untuk mencapai koneksi antarmanusia yang lebih dalam.
“Sadarilah bahwa ini adalah koneksi antarmanusia pada akhirnya. Jadi semua alat bantu ini adalah alat untuk membangun koneksi antarmanusia juga, baik itu daring (online) ataupun luring (offline), termasuk juga dari karya-karya kita semua,” ujar Nugi dalam diskusi musik bersama Spotify di Jakarta, dikutip Senin (29/6)
Senada dengan Nugi, gitaris Reality Club lainnya, Faiz Novascotia Saripudin, menilai hubungan emosional yang autentik merupakan fondasi bagi musisi untuk bertahan di industri. Ia melihat bahwa musik saat ini tidak selalu harus langsung meledak saat pertama kali dirilis, asalkan memiliki kejujuran dalam karyanya.
Faiz menambahkan, pendengar musik modern kini cenderung menjadikan lagu kegemaran sebagai bagian dari penegasan identitas diri.
“Mereka ingin menunjukkan kepada orang-orang seperti, ‘Aku mendengarkan band ini dan aku keren.’ Saya pikir orang-orang mengidentifikasi kepribadian mereka dengan musisi yang mereka dengarkan,” tambahnya.
Pertumbuhan Industri dan Peran Penggemar Militan
Tren positif industri musik lokal tercermin dari data Spotify yang mencatat pertumbuhan signifikan pada pendapatan musisi Indonesia. Selain itu, vokalis Reality Club, Fathia Izzati, mengungkapkan adanya ketertarikan besar dari pelaku industri luar negeri terhadap ekosistem musik di tanah air yang dinilai sangat suportif.
Berikut adalah data pertumbuhan dan dampak pendengar terhadap ekosistem musik berdasarkan catatan internal Spotify:
| Indikator | Statistik / Data |
|---|---|
| Pertumbuhan Royalti Musisi Indonesia (YoY) | 16 Persen |
| Proporsi Penggemar Militan (Super Listeners) | 2 Persen dari total pendengar bulanan |
| Kontribusi Streaming oleh Penggemar Militan | Lebih dari 18 Persen |
| Kontribusi Penjualan Tiket Konser | 50 Persen dari total penjualan di platform |
Head of Music Spotify Southeast Asia, Kossy Ng, menjelaskan bahwa pihaknya terus mengembangkan fitur “Spotify for Artists” berdasarkan masukan langsung dari para musisi dan manajer. Fokus utama platform saat ini adalah membantu musisi mengelola kelompok “super listeners” tersebut.
Meskipun jumlahnya kecil, kelompok penggemar militan ini memiliki dampak ekonomi yang besar, mulai dari jumlah pemutaran lagu hingga dominasi dalam pembelian tiket konser.
Oleh karena itu, Reality Club mendorong adanya lebih banyak titik interaksi agar pendengar bersedia menjelajahi karya-karya musisi lebih dalam, termasuk lagu-lagu yang kurang populer atau B-sides. (Ant/Z-1)
