
WAKIL Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen (Pur) Johni Asadoma meminta kasus kematian dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni, 28 atau dokter Icha diusut secara tuntas dan transparan.
Johni menyampaikan hal itu setelah sehari sebelumnya melayat ke rumah duka di Kompleks RSS Baumata, Desa Baumata Barat, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang sebagai bentuk penghormatan terakhir sekaligus penyampaian belasungkawa kepada keluarga.
“Kami atas nama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya dr. Icha.Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ujar Johni, Senin (29/6)
Menurutnya, pemerintah provinsi mendukung proses penegakan hukum yang berjalan secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku. Ia berharap seluruh fakta dalam kasus tersebut dapat diungkap secara objektif.
“Kami berharap seluruh fakta dapat diungkap secara jelas dan objektif. Proses hukum harus berjalan dengan baik sehingga kasus ini dapat diusut hingga tuntas dan memberikan kepastian hukum serta rasa keadilan bagi keluarga dan masyarakat,” katanya.
Menurut Johni, kasus yang menimpa dokter Icha juga harus menjadi momentum untuk meningkatkan perlindungan terhadap tenaga kesehatan di NTT. Ia menilai para tenaga medis yang setiap hari memberikan pelayanan kepada masyarakat harus memperoleh rasa aman dan lingkungan kerja yang layak.
“Pemerintah Provinsi NTT akan memberikan perhatian yang lebih besar terhadap seluruh tenaga medis. Mereka adalah garda terdepan pelayanan kesehatan dan harus mendapatkan rasa aman, perlindungan, serta lingkungan kerja yang baik. Kejadian seperti ini tidak boleh terulang kembali,” tegasnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi NTT akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait guna memastikan penanganan kasus berjalan sesuai prosedur sekaligus memperkuat upaya perlindungan bagi tenaga kesehatan di daerah.
Sementara itu, jenazah dokter Icha yang ditemukan tewas diduga bunuh diri di lantai 2 rumahnya pada Jumat (26/6) sore, akan dikebumikan hari ini (29/6). Dokter Icha diduga bunuh diri setelah sebelumnya diduga mengalami intimidasi dari tiga anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara saat menangani pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Leona Kefamenanu.
Dugaan intimidasi tersebut mengakibatkan dokter Icha mengalami trauma berat hingga ketakutan, sebelum ditemukan tewas bunuh diri,.Kasus ini ditangani Polres Timor Tengah Utara. (H-4)
