Sunday, September 20

Seberapa Sering Kita Harus Makan Ini Kata Ahli


Ilustrasi.(Magnific)

MEMILIH jenis makanan sehat adalah langkah awal yang baik. Namun muncul pertanyaan penting lain, “Apakah waktu saat kita makan juga berdampak pada kesehatan tubuh?” Para ahli nutrisi menyebutkan bahwa jawabannya tidak sesederhana yang dibayangkan.

“Saya menerima pertanyaan ini selama saya berpraktik sebagai ahli diet terdaftar dan jawabannya sangat bernuansa,” ujar Marisa Moore, MBA, RDN, LD, seorang ahli diet nutrisi dan penulis buku The Plant Love Kitchen.

Kapan Waktu Terbaik untuk Makan?

Meskipun jadwal makan setiap orang berbeda-beda tergantung aktivitas harian, para ahli menyarankan beberapa prinsip dasar untuk menjaga metabolisme tetap optimal:

  • Prioritaskan Makan di Awal Hari: Terdapat bukti yang menunjukkan bahwa mengonsumsi lebih banyak kalori di pagi atau siang hari lebih bermanfaat bagi tubuh.
  • Beri Jeda sebelum Tidur: Disarankan untuk makan malam setidaknya dua hingga tiga jam sebelum tidur. Berbaring segera setelah makan dapat mengganggu sistem pencernaan.
  • Hindari Makan Besar Larut Malam: “Makan dalam porsi besar terlalu dekat dengan waktu tidur dapat mengganggu pencernaan dan kualitas tidur,” kata Moore. Hal ini sangat krusial bagi mereka yang menderita atau ingin mencegah refluks lambung (GERD).

Diet puasa atau intermittent fasting memang populer, tetapi efektivitas dan keamanannya masih menjadi perdebatan di kalangan medis. Johns Hopkins Medicine mencatat bahwa pola ini bisa bervariasi, mulai dari jendela makan delapan jam hingga pola yang lebih ekstrem.

Namun, penelitian terbaru memberikan peringatan serius. Studi terhadap 20.000 orang menemukan bahwa mereka yang mengikuti pola makan dengan waktu terbatas memiliki risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular 91% lebih tinggi. Selain itu, kelompok tertentu seperti anak di bawah 18 tahun, ibu hamil, penderita diabetes tipe 1, dan mereka dengan riwayat gangguan makan sangat dilarang melakukan puasa intensif tanpa pengawasan medis.

“Bagi sebagian orang, intermittent fasting membantu mereka tetap dalam defisit kalori karena kesempatan makan yang lebih sedikit. Namun, penelitian belum membuktikan bahwa metode ini lebih efektif daripada perubahan gaya hidup dan diet tradisional,” jelas ahli diet Jamie Nadeau.

Kunci Jadwal Makan yang Sehat

Tidak ada jadwal makan tunggal yang cocok untuk semua orang (one-size-fits-all). Kesehatan yang optimal lebih bergantung pada keseimbangan nutrisi daripada sekadar pembatasan waktu yang ketat.

Rekomendasi Ahli:

Fokuslah pada makanan seimbang yang mengandung buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, protein tanpa lemak, dan lemak sehat. Dengarkan sinyal lapar dan kenyang tubuh Anda (mindful eating) daripada mengikuti diet restriktif yang sering kali memicu perilaku makan tidak sehat di masa depan.

Pada akhirnya, para ahli menyarankan untuk menjaga segala sesuatunya tetap sederhana. Makanlah saat Anda lapar, pastikan setiap asupan kaya nutrisi, dan hindari pola makan yang terlalu mengekang yang justru bisa membuat Anda merasa gagal dalam jangka panjang. (USA Today/I-2)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *