Monday, September 21

Sepakat Damai, Drama Hukum Blake Lively dan Justin Baldoni Resmi Berakhir


Perselisihan hukum antara Blake Lively dan Wayfarer Studios resmi berakhir melalui kesepakatan damai. (IMDB)

PERSELISIHAN hukum yang menyita perhatian publik antara aktris Blake Lively dan perusahaan produksi milik Justin Baldoni resmi berakhir. Kedua belah pihak mengumumkan kesepakatan damai (settlement) hanya dua minggu sebelum proses seleksi juri persidangan dijadwalkan dimulai.

Hingga berita ini diturunkan, detail rincian dari perjanjian penyelesaian tersebut tidak dipublikasikan kepada publik.

Kasus ini bermula dari gugatan yang diajukan Lively terhadap Baldoni, lawan main sekaligus sutradaranya dalam film “It Ends With Us”. Lively menuduh Baldoni melakukan pelecehan seksual selama proses syuting. 

Tak hanya itu, ia juga mengeklaim Baldoni mendalangi kampanye hitam untuk membalas dendam (retaliasi) setelah dirinya menyuarakan dugaan perlakuan tidak menyenangkan tersebut. Di sisi lain, Baldoni dengan tegas membantah semua tuduhan itu.

Penyempitan Gugatan oleh Hakim

Sebelum kesepakatan damai ini tercapai, peta hukum kasus ini sempat berubah drastis. Bulan lalu, seorang hakim federal menolak 10 dari 13 tuntutan dalam gugatan Lively, termasuk poin mengenai pelecehan seksual dan pencemaran nama baik.

Beberapa tuntutan, termasuk soal pelecehan seksual, dibatalkan karena kendala teknis hukum. Hakim menilai status Lively dalam proyek tersebut adalah kontraktor independen, bukan karyawan, sehingga tidak memenuhi syarat dalam pasal tertentu.

Hal ini menyisakan tiga tuntutan utama, retaliasi, membantu dan mendukung retaliasi, serta pelanggaran kontrak. Menariknya, tuntutan yang tersisa tersebut tidak lagi ditujukan kepada Baldoni secara pribadi, melainkan kepada perusahaan produksinya, Wayfarer Studios, entitas LLC film tersebut, dan perusahaan humas (PR) yang disewa oleh tim Baldoni.

Pernyataan Bersama Menuju Perdamaian

Sidang yang semula dijadwalkan mulai pada 18 Mei mendatang kini resmi dibatalkan. Dalam sebuah pernyataan bersama yang dirilis pada Senin oleh pengacara Lively dan para terdakwa yang tersisa, mereka mengakui adanya dinamika yang sulit selama produksi film tersebut.

“Kami tetap berkomitmen teguh pada tempat kerja yang bebas dari ketidakpantasan dan lingkungan yang tidak produktif. Adalah harapan tulus kami bahwa hal ini memberikan penyelesaian dan memungkinkan semua yang terlibat untuk melangkah maju secara konstruktif dan damai, termasuk lingkungan yang saling menghormati di dunia maya.”

Pernyataan tersebut juga menekankan proses pembuatan film memang “menghadirkan tantangan” dan menegaskan “kekhawatiran yang diajukan Nona Lively layak untuk didengar.”

Dengan tercapainya kesepakatan ini, drama hukum yang berlangsung selama setahun tersebut resmi ditutup, memberikan kesempatan bagi kedua belah pihak untuk fokus pada karier mereka masing-masing tanpa bayang-bayang persidangan. (CNN/Z-2)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *