Wednesday, September 30

Tekan Angka Stunting, Pemkot Bontang Targetkan 9.840 Balita dalam Operasi Timbang 2026


Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni meninjau pelaksanaan posyandu di wilayahnya.(Dok. Diskominfo Kota Bontang)

SEBAGAI langkah nyata dalam mendeteksi dan menekan angka stunting, Pemerintah Kota Bontang resmi membuka pelaksanaan Operasi Timbang Serentak Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat DPMPTSP Kota Bontang, Selasa (9/6).

Wali Kota Bontang, Kegiatan, Neni Moerniaeni mengatakan program tersebut menyasar 9.840 balita di wilayahnya. Tujuannya adalah memperoleh data akurat yang akan menjadi dasar dalam penyusunan langkah intervensi lanjutan untuk meningkatkan status gizi anak.

Menurut Neni, capaian penurunan angka stunting di Kota Bontang dinilai belum menunjukkan hasil signifikan. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah masih adanya bayi yang lahir dalam kondisi stunting sehingga memengaruhi capaian penurunan angka secara keseluruhan.

“Kenapa stunting tidak turun, karena ada ibu yang baru melahirkan yang anaknya lahir dengan stunting. Nah ini yang harus kita cegah,” ujarnya.

Oleh karena itu, Neni menekankan bahwa upaya penanganan stunting tidak cukup hanya melalui kegiatan timbang serentak saja. Penanganan harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu dengan memerhatikan berbagai faktor krusial.

“Jadi harus ada faktor krusial yang harus diperhatikan, seperti perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), sanitasi lingkungan, pemenuhan gizi ibu hamil, dan kesiapan gizi calon pengantin,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang, Toetoek Pribadi Ekowati menjelaskan bahwa pelaksanaan operasi timbang sengaja dilakukan lebih awal sebelum pelaksanaan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI). Langkah taktis ini diambil agar pemerintah memiliki waktu yang cukup untuk melakukan intervensi terhadap temuan kasus di lapangan.

“Operasi timbang yang dilakukan saat ini mendahului SSGI, harapannya ada waktu untuk intervensi menghadapi SSGI,” ujarnya.

Melalui operasi timbang serentak ini, Pemerintah Kota Bontang berharap dapat memperoleh data yang akurat dan mutakhir mengenai kondisi balita. Dengan data tersebut, program intervensi yang dijalankan dipastikan dapat lebih tepat sasaran dalam mendukung percepatan penurunan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan anak di Kota Bontang. (RO/Z-2)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *