Tuesday, September 22

Terancam Hukuman DUI, Britney Spears Berpeluang Hindari Penjara Lewat Jalur Wet Reckless


Britney Spears(AFP)

JAKSA penuntut di California resmi mengajukan tuntutan pidana terhadap bintang pop dunia, Britney Spears. Tuntutan itu menyusul penangkapannya bulan lalu atas dugaan mengemudi di bawah pengaruh (DUI) alkohol atau obat-obatan.

Penyanyi berusia 44 tahun tersebut menghadapi satu tuntutan pelanggaran ringan (misdemeanor). Berdasarkan keterangan pihak berwenang, Spears ditangkap pada 4 Maret di jalan raya California Selatan setelah kedapatan mengemudikan mobil BMW miliknya secara serampangan dengan kecepatan tinggi.

Kantor Kejaksaan Distrik Ventura County mengajukan tuntutan tersebut pada Kamis (30/4), hanya beberapa hari sebelum jadwal persidangan perdana atau araignemen yang direncanakan pada Senin pagi mendatang.

Peluang Menghindari Penjara

Meski menghadapi tuntutan hukum, pejabat kejaksaan menyatakan bahwa Spears memiliki kesempatan besar untuk menghindari hukuman penjara. Mengingat Spears tidak memiliki catatan kriminal DUI sebelumnya, tidak ada kecelakaan atau cedera saat penangkapan, serta kadar alkohol dalam darah yang tergolong rendah, ia kemungkinan akan ditawarkan kesepakatan hukum yang dikenal sebagai “wet reckless.”

Melalui prosedur standar ini, seorang terdakwa dapat mengaku bersalah atas tuduhan mengemudi sembrono yang melibatkan alkohol/obat-obatan. Sebagai imbalannya, ia akan menjalani masa percobaan selama 12 bulan, wajib mengikuti kelas DUI, serta membayar denda yang ditetapkan negara.

Pihak kejaksaan menyebutkan bahwa penyelesaian seperti ini sangat umum, terutama bagi terdakwa yang menunjukkan motivasi diri untuk membenahi masalah mendasar melalui rehabilitasi.

Dukungan Keluarga dan Rehabilitasi

Sesaat setelah insiden tersebut, perwakilan Spears mengonfirmasi bahwa pelantun lagu “Toxic” itu telah secara sukarela memeriksakan diri ke fasilitas rehabilitasi. Sebuah sumber mengungkapkan bahwa kedua putra Spears, Sean Preston, 20, dan Jayden James, 19, menjadi alasan kuat di balik keputusannya mencari bantuan profesional.

“Putra-putranya berperan besar dalam membawanya ke rehabilitasi. Mereka bersikap tegas padanya; mereka hanya ingin dia sehat,” ujar sumber tersebut. “Dia sangat terpukul dan terguncang setelah penangkapannya. Dia takut masuk penjara, dan butuh waktu berminggu-minggu baginya untuk menyadari bahwa rehabilitasi adalah pilihan terbaik.”

Perwakilan Spears sebelumnya juga sempat mengeluarkan pernyataan singkat terkait insiden penangkapan tersebut, menyebutnya sebagai kejadian yang “sama sekali tidak bisa dimaafkan.”

Mengenai kehadiran di persidangan pada 4 Mei mendatang, Spears tidak diwajibkan hadir secara fisik karena tuntutan ini masuk kategori pelanggaran ringan.

“Apakah Ms. Spears akan hadir dalam persidangan atau tidak, itu akan menjadi keputusan yang dibuat antara dirinya dan pengacaranya,” jelas pihak Kantor Kejaksaan Distrik. (BBC/People/Z-2)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *