Tuesday, September 22

Tinjau Area Wukuf, Kemenhaj Pastikan Hak Jemaah Terpenuhi saat Puncak Haji 2026


Peninjauan kawasan tenda jemaah haji yang disediakan Syarikah Al Bait Guest (Dhuyuf Al-Bait).(Dok. MI/Akmal Fauzi)

KEMENTERIAN Haji dan Umrah (Kemenhaj) meninjau kesiapan tenda jemaah haji 2026 di Arafah yang akan digunakan saat puncak haji 2026. Peninjauan menyasar kawasan tenda yang disediakan Syarikah Al Bait Guest (Dhuyuf Al-Bait), yang diproyeksikan menampung sekitar 103 ribu jemaah asal Indonesia.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh jemaah haji Indonesia dapat memasuki tenda di Arafah, dan dapat melaksanakan ibadah wukuf dengan tenang dan khidmat,” ujar Direktur Jenderal Pelayanan Haji Kemenhaj, Ian Heryawan di Mekah, Sabtu (9/5).

Berdasarkan pantauan tim Media Center Haji yang ikut ke lokasi, setiap unit tenda telah dilapisi karpet tebal. Selain itu, permukaan tanah gurun Arafah ditutupi lantai tambahan untuk memastikan permukaan tetap rata sekaligus menghalau hawa panas dari bawah tanah.

Satu tenda berukuran sekitar 300 meter persegi nantinya akan memfasilitasi 238 tempat tidur dan pendingin udara. Guna memudahkan penempatan, setiap tenda bakal dilengkapi informasi kapasitas, daftar kloter, serta nama-nama jemaah secara detail.

Terkait fasilitas sanitasi, toilet telah disiapkan di sejumlah titik dengan pilihan kloset jongkok maupun duduk. Kemenhaj menegaskan bahwa fasilitas bagi jemaah lansia dan penyandang disabilitas telah disesuaikan dengan standar aksesibilitas dan kenyamanan. Dalam satu area atau maktab, tersedia pula klinik kesehatan, kantor perwakilan, layanan pelanggan, dan musala.

Mengenai ketersediaan air, Ian menyebutkan aliran air sudah berfungsi di beberapa titik, meski belum merata di seluruh area. Pihaknya akan kembali melakukan pengecekan menyeluruh dalam lima hari mendatang.

“Jangan sampai kita diarahkan ke tempat yang bagus-bagus, nanti aslinya nggak. Kita akan pastikan bersama tim dari Kantor Urusan Haji (KUH), daker, seluruh petugas,” tambahnya.

Pemerintah juga melakukan sinkronisasi data kapasitas tenda dengan jumlah jemaah untuk mengantisipasi kepadatan berlebih. Meski sejumlah fasilitas masih dalam tahap penyelesaian, pihak penyedia layanan berkomitmen menuntaskan seluruh persiapan dalam lima hari ke depan.

“Di setiap tenda nanti akan ada daftar kapasitas jemaah, dan itu akan disandingkan dengan jumlah jemaah yang masuk. Lima hari ke depan ini harus kita pastikan, jangan sampai pada hari H ada yang tidak kebagian dan ini harus dipastikannya hak jemaah,” tegas Ian.

Sesuai jadwal, rangkaian puncak haji 2026 akan dimulai pada Senin (25/5), saat jemaah bergerak dari Makkah menuju Arafah. Momentum inti ibadah haji, yakni wukuf di Arafah, akan berlangsung pada Selasa (26/5).

Setelah wukuf, jemaah haji 2026 akan menuju Muzdalifah untuk bermalam (mabit) sebelum bertolak ke Mina guna melaksanakan lempar jumrah aqabah. Pada hari tasyrik 11-13 Dzulhijjah, jemaah menjalani mabit di Mina dan melontar tiga jumrah, dengan pilihan nafar awal pada 12 Dzulhijjah atau nafar tsani pada 13 Dzulhijjah. (H-3)

 



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *