Tuesday, September 22

Trump Kecam Penembakan Masjid San Diego Situasi Mengerikan


Presiden Amerika Serikat Donald Trump.(Anadolu )

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump memberikan respons tegas terkait insiden penembakan berdarah yang terjadi di Pusat Islam San Diego (San Diego Islamic Center), California, pada Senin (18/5). Trump menyebut peristiwa tersebut sebagai tragedi yang sangat memprihatinkan.

“Ini situasi yang mengerikan. Saya telah menerima beberapa informasi awal, tetapi kami akan meninjaunya kembali dengan sangat cermat,” ujar Trump kepada awak media di Washington, D.C., sebagaimana dilansir dari Anadolu, Selasa (19/5).

Kronologi dan Korban Jiwa

Insiden penembakan tersebut dilaporkan terjadi di kompleks masjid terbesar di San Diego pada pukul 11.43 waktu setempat. Berdasarkan laporan awal, sedikitnya tiga orang dinyatakan tewas dalam serangan tersebut. Salah satu korban merupakan petugas keamanan yang sedang berjaga di pusat kegiatan keagamaan tersebut.

Pihak kepolisian juga menemukan dua tersangka dalam kondisi meninggal dunia di dalam sebuah mobil, beberapa blok dari lokasi kejadian. Aparat menduga kuat kedua pelaku melakukan aksi bunuh diri setelah melancarkan serangan.

Data Pelaku:

  • Pelaku merupakan dua remaja laki-laki berusia 17 dan 19 tahun.
  • Ditemukan tewas di dalam mobil (dugaan bunuh diri).
  • Motif masih dalam penyelidikan intensif.

Dugaan Motif Kebencian (Hate Crime)

Kepala Kepolisian San Diego, Scott Wahl, menegaskan bahwa pihaknya tidak mengabaikan kemungkinan adanya motif kebencian di balik serangan ini. Mengingat lokasi kejadian adalah institusi keagamaan, penyelidikan diarahkan pada kategori kejahatan kebencian atau hate crime.

“Karena lokasinya di Islamic Center, kami menduga ini adalah hate crime sampai semuanya terbukti sebaliknya,” tegas Wahl. Ia juga memastikan bahwa imam masjid, anak-anak yang tengah mengikuti kegiatan pendidikan, serta warga lainnya di lokasi saat kejadian dalam kondisi aman.

Reaksi Komunitas dan Pemerintah Lokal

Direktur San Diego Islamic Center, Taha Hassane, mengecam keras tindakan brutal tersebut. Menurutnya, serangan terhadap tempat ibadah adalah tindakan yang melampaui batas kemanusiaan. “Sangatlah keterlaluan menargetkan tempat ibadah,” cetusnya.

Senada dengan itu, Wali Kota San Diego Todd Gloria menjamin keamanan bagi seluruh komunitas Muslim di wilayahnya. Ia menegaskan bahwa pemerintah kota akan mengerahkan segala sumber daya untuk melindungi lembaga keagamaan.

“Saya ingin meyakinkan komunitas Muslim bahwa kami akan melakukan segala upaya untuk memastikan Anda merasa aman di kota ini. Tidak ada sumber daya yang akan dihemat untuk memastikan lokasi keagamaan kita terlindungi di masa yang sensitif ini,” pungkas Gloria.

Saat ini, penyelidikan intensif yang melibatkan aparat lokal dan federal masih berlangsung guna mengungkap motif pasti di balik aksi nekat kedua remaja tersebut. Pengamanan di sejumlah rumah ibadah di wilayah San Diego juga mulai diperketat guna mengantisipasi kejadian serupa. (Fer/I-1)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *